TIGAPULUH SATU

1784 Words

〰〰〰〰〰 Nessa berjalan mondar mandir di kamarnya. Padahal jam dinding sudah menujukkan angka 7 pagi. Ia belum juga mengganti seragam sekolahnya. Masih memakai baju tidur warna biru favoritnya. Nessa menggigiti ujung kuku jari telunjuknya. Perkataan Nevan semalam terus mengiang di telinganya. Flashback On... "Emery Nessa Valesia Syarief. Lo mau nggak jadi pacar gue? Jadi obat rindu buat gue dan jadi pembawa kebahagiaan dalam hidup gue?". Mulut Nessa melongo, matanya membulat. Tak di sangka Nevan akan menembaknya, lagi. Entah sudah keberapa kalinya Nevan mengungkapkan isi hatinya. Kedua tangan Nevan beralih membingkai wajah Nessa. "Gue nggak mau denger ada penolakan lagi. Gue nggak bisa Nes. Lo mau kan jadi orang terpenting dalam hidup gue?". Nessa masih terdiam. Tak memberikan respon a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD