TIGPULUH DUA

1210 Words

〰〰〰〰〰 Manik mata hazel itu terlihat merah dan berkaca-kaca. Sesekali ia menolehkan kepalanya menatap pintu masuk bandara. Keraguan dan keyakinan yang ada dalam hatinya sama besarnya. Hanya 1 yang dia tunggu tapi itu hal yang mustahil. Mengingat ia belum mengatakan apa-apa kepadanya. Ia meminta ke semua orang untuk merahasiakan kepergiannya. Seorang wanita paruh baya mencoba menenangkannya. "Kamu yakin sayang?". Gadis berusia 18 tahun itu mengangguk sambil menahan buliran airmatanya yang siap tumpah. Lalu menundukkan pandangannya, menyudahi harapannya menunggu kedatangan seseorang. Karena orang yang di tunggu mustahil untuk datang menemuinya. "Ayo udah waktunya kita naik!". Maura sudah beranjak dari tempat duduknya. Menatap Nessaa yang masih duduk di kursinya. Mendesah pelan dan akhir

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD