Narendra : Sudah makan? Dua kata singkat yang terpampang di layar ponselnya membuat muka Nara yang awalnya tegang perlahan menampilkan senyum. Semburat merah kembali berpedar bersamaan dengan suara Narendra yang terkenang dl telinganya, seolah menggelitik dan memberikan perasaan yang meringankan semua beban yang dia rasakan selama ini. Nara : masih belum. Baru saja, Nara membalas chat pria itu, centang yang awalnya masih abu dalam sepersekian detik berubah menjadi biru dengan tanda dibaca. Narendra : kenapa? Nara tersentak, saat melihat ID pemanggil menampakkan nama pria itu di sana. Kepala Nara menoleh ke kanan dan kiri memperhatikan staf di ruangan ini yang ternyata sudah tidak ada meninggalkannya sendirian. Perlahan, Nara menarik napasnya lega, sebeleum kemudian menerima panggilan

