Nara menunggu di kantornya dari balik kaca langit sudah begitu gelap dengan taburan bintang dari balik pohon besar yang menutupinya. Kantornya sudah sepi, seperti biasa hanya bersisa dirinya dan mungkin beberapa satpam yang berjaga. Semua orang sudah terlebih dahulu pergi. Seperti biasa, saat Narendra tak ada jadwal syuting, pria itu menyisihkan waktunya yang padat hanya untuk menjemput dan mengantarkannya pulang. Kirana tadi sempat ingin mengantarnya sampai ke rumah tapi ia tolak. Nara tak tahu, mengapa ia sekarang menunggu saat-saat kebersamaan antara ia dan Narendra. Hanya dalam satu bulan terakhir, Narendra mampu mengisi hari-harinya yang sepi. Nara tersenyum, menggerakkan bahunya ke kanan dan kiri. Nara merasa dirinya seperti remaja yang tengah kasmaran. Dering pesan singkat membu

