Pertemuan

1672 Words
"Ante....." Clara yang mendengar suara anak kecil yang beberapa hari dekat dengan nya pun menoleh. Senyum mengembang di kedua nya, dia suka sekali dengan keponakan Kei ini karena anak itu murah senyum dan tidak rewel saat bersama dengan nya. Dengan langkah senang Clara berjalan mendekat kearah sosok Keiland yang menggendong Juna dan berhenti didepan kedua nya lalu mengelus pipi Juna dengan pelan sebagai tanda jika dia merasakan gemas kepada Juna. "Juna...." Panggil Clara sambil mengambil alih Juna dari gendongan Kei dan menggendong anak itu sambil memeluk. "Ante.... Angenn" kata Juna sambil memeluk erat leher Clara karena rindu. Dia juga sudah merasakan nyaman dengan teman paman nya ini. "Hahaha.. anak ganteng kangen sama Tante?" Tanya Clara yang di jawab anggukan oleh Juna. "Cla, kamu hari ini jagain Juna aja ya. Nggak usah ngurus yang lain karena hari ini hari terakhir saya disini" kata Kei memotong pembicaraan antara Clara dan Juna. Dan perkataan Keiland barusan membuat seluruh perhatian wanita itu tertuju pada sang pria. "Hari terkahir?" Tanya Clara heran, dia tau kalau Keiland bukanlah bos sebenarnya disini dan dia hanya menggantikan saudara nya hanya saja Clara tidak percaya kalau berlalu begitu cepat dan bahkan setahu nya ini belum satu minggu berlalu. "Ya, mulai siang nanti atau besok aku juga nggak tau pastinya Abang aku Daddy nya Juna yang bakalan jadi bos kamu, karena sebenarnya aku cuma gantiin dia selama dia di Jakarta" kata Kei sambil berjalan menuju ruangan nya dan di ikuti Clara juga Juna di gendongannya. "Ohh gitu..." Kata Clara setelah mereka sudah di ruangan Kei dan Clara mendudukkan dirinya di sofa yang ada disana belakangan ini semenjak Keiland membawa Juna ke kantor sebagian besar pekerjaan Clara adalah menjaga Juna makanya keduanya kini terlihat dekat. "Emh gimana kalo sebagai perpisahan siang nanti kita makan bareng? Sama Juna juga" pinta Kei "plis jangan nolak, ini pertama dan terakhir" kata Kei langsung saat tahu Clara akan menolak nya, akhirnya Clara pun mengangguk menyanggupi nya. Karena Clara tidak mau samapi muncul gosip di perusahaan jika dia memiliki hubungan dengan bos nya. Sejak awal saling mengenal, Kei sadar jika Clara sangat membatasi diri dalam pergaulan, dan itu juga yang menyebabkan Kei kesulitan mendekati Clara. Karena Kei tidak tau harus memulai dari mana untuk mendekati Clara, dia bahkan tidak tau apa yang di sukai dan tidak disukai oleh Clara. Clara seperti menciptakan dinding yang cukup tebal, tinggi, dan juga besar untuk dirinya jika di dekati. Dan Kei sendiri tidak akan menyerah untuk mendekati Clara kecuali ada hal yang memang membuat nya harus mundur, seperti jika ternyata Clara sudah memiliki kekasih mungkin? Tapi Kei juga tidak yakin akan dengan mudah menyerah *** "Pak Willy? Ada apa ingin bertemu dengan saya?" Tanya Dhea yang baru saja datang di restoran tempat Willy meminta nya untuk menemui pria itu. Tadi malam saat Dhea sedang berada di rumah nya dan bersiap untuk keberangkatan nya ke Jerman, tapi ternyata Liam menghubungi dan mengatakan jika ingin bertemu. "Hei udah berapa kali di bilang jangan formal, aku juga udah nggak jadi guru kamu sekarang" kata Liam menjawab panggilan Dhea, dia kurang nyaman dengan panggilam Dhea. Karena setiap bertemu Dhea selalu memanggil nya dengan Formal dan juga seperti saat masih menjadi guru nya. "Hahaha iya iya lupa maaf ya emh-kak?" ulang Dhea lagi, dia lupa kalau sudah berulang kali Liam ingatkan untuk tidak lagi memanggil pria itu dengan embel embel pak. "Boleh kok, gimana pun juga kehormatan nomor satu. Aku lebih tua dari kamu" kata Liam dengan nada jenaka nya. "Baiklah, jadi apa yang bikin kak Will mau ketemu sama aku?" Ulang Dhea yang belum mendapatkan jawaban atas pertanyaannya tadi, karena Liam memang belum mengatakan maksudnya untuk meminta bertemu. "Emh, ini tentang Clara" kata Willy, Dhea diam mendengar Liam menyebutkan nama sahabatnya yang sudah tidak lagi terdengar kabarnya. Dia tahu jika mantan calon kakak ipar nya ini jatuh cinta pada sahabat nya semasa sekolah. Clara Wijaya. Dhea sendiri baru tahu dan sadar itu setelah pertunangan nya dengan Kei di laksanakan karena Willy terang-terangan bertanya tentang keberadaan Clara kepada nya yang dia sendiri juga tidak tau dimana keberadaan sahabat nya. "Kak Will udah ketemu sama Clara?" Tanya Dhea akhirnya. Tapi gelengan yang menjawab pertanyaan Dhea dia belum bertemu dengan Clara sedikitpun. "Dia kayak nya udah bukan bagian keluarga Wijaya lagi. Soalnya aku ketemu sama papah nya dan om Rega ternyata udah nikah lagi terus anak dari istrinya yang bakal di jadiin pewaris keluarga Wijaya" jelas Liam kepada Dhea tentang pertemuannya dengan ayah Clara beberapa waktu yang lalu Dhea mendengar itu tentu saja kaget, dia tahu sejak awal jika keluarga Clara bukan lah keluarga harmonis. Tapi mendengar Clara sampai di keluarkan dari keluarga itu benar benar parah dan sudah sangat keterlaluan. Setahu nya yang bermasalah bukan lah Clara, karena sahabatnya itu adalah korban dari keegoisan orang tua dan keluarga nya sendiri. "Terus langkah apa yang bakalan kak Will ambil? Kak Will beneran mau nunggu sampai ketemu Clara baru nikah lagi? Gimana kalo Clara ternyata udah punya pacar atau bahkan suami?" Tanya Dhea berspekulasi kemungkinan kemungkinan karena apa yang dia katakan barusan bisa saja terjadi bagaimana pun juga ini sudah 4 tahun berlalu, jika pun Clara belum menikah tidak menutup kemungkinan kalau wanita itu belum memiliki pacar. Liam tersenyum sendu mendengar penuturan Dhea sebelum akhirnya mengatakan jawabannya "Aku nggak berharap banyak apapun untuk saat ini, cukup ketemu sama dia aja aku udah seneng banget. Mastiin keadaan dia baik baik aja selama ini" hanya itu memang tujuan Liam mencari Clara, ditambah saat tau jika wanita itu bahkan tidak bersama dengan keluarga nya membuat Liam ingin memastikan jika tidak ada masalah yang terjadi pada wanita itu. Dhea menatap mantan guru nya ini dengan dalam, dia merasa Clara sangat beruntung bisa mendapatkan cinta tulus dari seorang William Pramudya, dia berharap bisa segera bertemu dengan Clara dan mengatakan semua nya. Tentang apa yang William pernah ceritakan tentang perassaan yang dimiliki pria itu untuk sahabatnya. Dia ingin baik William ataupun Clara bahagia, apapun jalan nya nanti. Kedua nya harus bertemu untuk melepas rasa rindu masing masing. Jika tidak salah mengingat yang pernah Liam katakan padanya jika Clara dulu juga menyukai pria itu sebelum akhirnya harapan si wanita langsung dipatahkan oleh si pria. Saat sedang asik bercengkrama tiba tiba saja ada yang memeluk kaki Liam dengan erat, Liam dan Dhea tentu saja langsung menoleh kepada sosok anak kecil yang dengan nyaman memeluk kaki pria dewasa itu. "Dad...dad..." Dan ternyata sosok Juna lah yang memeluk kaki Daddy nya, pria kecil itu menatap sang ayah dengan pandangan yang sangat bahagia dan penuh senyum di wajah nya. Liam langsung membawa Juna kedalam gendongan nya, dia tidak menyangka jika Juna akan ada disini. Jika Juna ada disini itu artinya Kei juga ada disini karena dia menitipkan Juna untuk dijaga oleh pria itu. "Juna sama siapa sayang kesini nya?" Tanya Dhea kepada anak Liam itu. Dhea sendiri sudah lumayan dekat dengan Juna, bagaimana pun juga dia dekat dengan keluarga Pramudya karena statusnya yang sempat menjadi tunangan Keiland dan membuat itu semua menjadi hal yang wajar. Meski kedekatan nya dengan Juna belum sampai tahap dimana Juna mau berbicara banyak dengan nya. "Om.. sama Ante..." Kata Juna menjawab singkat pertanyaan yang di lontarkan oleh Dhea. "Ante?" tanya Dhea yang tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Juna, dan sebutan yang di lontarkan oleh Juna sendiri belum pernah di dengar oleh Dhea. "Sekretaris perusahaan" kata Liam mengerti ketidak Tahuan Dhea. "Juna... Kamu jangan lari-lari sayang" kata Kei yang baru saja datang menghampiri Juna yang ternyata berlari ke arah Abang nya yang juga ada di sana bersama dengan mantan tunangan nya. "Lo kesini?" Tanya Liam yang sadar jika Dhea agak kurang nyaman dengan keberadaan Kei mengingat bagaimaan hubugan keduanya yang harus berakhir. "Ya, gw mau makan siang bareng sama Juna sama Clara" kata Kei sambil menggeser dirinya kesamping dan sosok Clara terlihat di mata dua orang yang lebih dulu disana. "Clara!!" Pekik Dhea saat melihat siapa yang ada di belakang mantan tunangan nya itu, Clara yang dimaksud Keiland ternyata Clara yang selama ini mereka cari-cari. "Na-nara?" gagap Clara karena tidak menyangka bisa bertemu dengan sahabat yang sudah lama tidak bertemu. "Iya, ini aku kamu kemana aja?" Dhea berdiri dan memeluk Clara dengan erat, jujur saja Dhea amat merindukan sahabat nya ini bahkan saking rindu nya airmata sudah tidak bisa di tahan lagi untuk jatuh. Clara yang masih kaget hanya diam saja, dia tidak menyangka jika bisa bertemu lagi dengan sahabat nya. Padahal pelarian nya sudah cukup jauh dan tidak pernah memberi tahu siapapun dimana keberadaan nya termasuk pada sahabat nya ini. Tapi Isak tangis dari Dhea membuat Clara sadar dan membalas pelukan dari sahabat nya itu tak kalah erat. Clara juga merindukan Dhea, Dhea adalah tempat Clara berkeluh kesah tentang masalah keluarga nya selama ini, dan selama tidak bertemu dengan Dhea clara ,erasa sulit untuk bercerita sesuatu tentang apa yang dia alami. "Hey, udah jangan nangis" kata Clara mencoba menenangkan Dhea saat di rasa jika airmata yang keluar dari sahabat nya itu semakin banyak dan isakan nya juga semakin keras. "Pak Kei, aku bawa sahabat ku dulu kesana ya..." Kata Clara meminta ijin pada Kei untuk membawa Dhea ke salah satu meja kosong dan mendudukkan nya disana. Anggukan Kei membuat Clara langsung melangkah dengan susah payah karena Dhea tidak mau melepaskan pelukannya. Sedangkan Liam yang melihat itu terdiam dengan Juna yang ada di gendongan nya, dia masih tidak menyangka dengan apa yang dia lihat wanita yang dengan susah payah dia cari selama ini ternyata belakangan ini berada di dekat nya. Gadis yang dia rindukan Clara sekretaris baru nya adalah Clara cinta nya. "Bang?" Panggil Kei berniat untuk menyadarkan Liam dari keterlamunan nya "Gw nggak sadar kalo Clara yang Lo maksud adalah Clara yang gw cari. Gw nggak nyangka dunia se sempit ini" kata Liam dan bisa Kei lihat jika ada secercah kebahagiaan yang ada di mata abang nya. Kei diam mendengar perkataan Liam, jadi gadis yang di sukai oleh Liam adalah gadis yang dia sukai juga? Bukan kah ini lucu? Kei jelas bisa memperebutkan hati wanita siapapun saingan nya Kei tidak akan menyerah, tapi jika Abang nya sendiri yang di lawan apa dia sanggup? TBC.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD