Pramudya Bersaudara

1375 Words
Setelah memastikan Juna tidur dengan nyenyak, Liam memutuskan untuk mencari sang adik yang tiba-tiba saja pergi setelah papih mereka mengatakan tentang perjodohan yang dijalani Kei. Liam tahu jika papah mereka hanya tidak ingin jika Kei mempermainkan hati wanita hanya karena hawa nafsu nya saja. Dan berbicara perihal Dhea yang menjadi tunangan Kei, Liam mengenal jelas gadis itu sejak dulu dan Liam sendiri cukup kaget waktu perjodohan yang dilakukan oleh keluarga nya dengan keluarga Dhea. Karena Liam sama sekali tidak tau kalau kedua keluarga ini dekat dan bahkan papih dan mamih nya bersahabat dengan keluarga Dhea. "Jadi bener dugaan gw kalo lo mau gantiin gw karna ada cewek yang narik perhatian lo?" kata Liam pada Keiland saat menemukan pria itu sedang berada di dekat jendela ruang tamu dan menatap keluar. "Hmm" ini lah jika kedua putra kebanggaan keluarga Pramudya sedang bertemu tanpa ada anggota keluarga yang lain, yaitu bersikap layaknya sahabat atau kawan bukan saudara, karena bahasa sopan yang biasa mereka gunakan di depan keluarga akan hilang begitu saja. Karena satu sama lain membutuhkan tempat untuk bercerita tanpa harus terhalang status dan usia diantara keduanya. Liam sendiri tahu jika saat ini sang adik sedang membutuhkan tempat untuk mencurahkan perasaan nya, karena Kei yang dikenal oleh Liam adalah Kei yang selalu ceria meskipun kesan Playboy nya tidak bisa hilang. Dan kesan Playboy itu hanya sebatas menggoda wanita tidak sampai ingin memiliki atau melakukan apapun demi wanita, karena sejak mereka kecil keluarga terutama kedua orang tua mengajarkan jika harus menjaga perasaan wanita selayaknya menjadi mamih mereka. Liam belum pernah melihat Kei seperti ini apalagi sampai ingin melakukan hal yang sama sekali tidak disukai pria itu hanya demi dekat dengan wanita yang menarik perhatiannya. Sepertinya wanita yang diincar Kei kali ini sangatlah hebat karena sanggup menggetarkan hati adiknya, bahkan sampai membuat Kei ingin membatalkan pertunangannya. "Siapa dia? Maksud gw nama atau jabatan nya?" tanya Liam, dan ini yang disukai Kei dari abang nya yaitu bertanya perlahan tanpa menghakimi atau apapun itu membuat Kei bisa lebih terbuka kepada Liam tanpa harus merasa malu atau takut, karena Liam sendiri adalah type pria yang tidak mendahulukan emosi. "Dia sekretaris baru Lo, nama nya Clara Annisa" kata Kei sambil melirik ke arah Liam yang berdiri tepat di samping nya. "Sekretaris?" tanya Liam ulang karena setahu nya nama sekretaris pribadinya bukan lah Clara Annisa, dan jika tidak salah ingat usia sekretarisnya jauh diatas Kei jadi dia tidak yakin jika Kei menyukai nya. "Dia gantiin bu Dewi yang udah pensiun bang" kata Kei malas karena sepertinya kelamaan mengurus perusahaan keluarga mereka di luar negeri membuat Liam melupakan kantor miliknya di Bali. "Ohh.." gumam Liam saat ingat jika sekretaris nya yang lama sudah pensiun dan dia mencari sekretaris baru. "Cantik?" tanya Liam "Banget bang, lu tau sendiri kalo bukan karna dia cantik nggak mungkin gw bisa suka sama dia" "Lo kan emang mata keranjang Kei, semua cewek yang lo temuin selalu aja lo bilang cantik" "No bang, lo jelas tau gua gimana" ya Liam jelas tahu bagaimana sosok saudara nya ini matanya akan terbuka menjadi lebar saat melihat wanita cantik dengan body yang seksi. "Mungkin cuma perasaan sesaat lo aja Kei karna udah lama nggak ketemu sama Dhea yang lanjutin Kuliah nya di Jakarta" kata Liam menyindir, karena setahu nya tunangan adik nya ini sedang berada di jakarta sekarang untuk melanjutkan study nya. "Gw nggak cinta sama Dhea bang" kilah Keiland, karena dari awal memang hubungan yang di jalani Kei dengan tunangan nya mueni sebuah perjodohan yang tanpa ada perasaan di dalam nya. "Kalo emang lo nggak cinta sama Dhea kenapa lo nerima perjodohan itu? Kita tahu sendiri kalo Papih sama Mamih nggak maksa buat lo nerima Dhea" kata Liam yang mulai emosi dengan perkataan adik nya yang terkesan main main dengan hubungan yang dia jalani dengan tunangan nya. Ini adalah salah satu hal yang tidak Liam sukai dari Kei yaitu terlalu menggampangkan tentang perasaan orang lain. "Awalnya gw cuma mau buktiin kalo lo salah dengan nggak bisa jatuh cinta sama mantan kakak ipar" perkataan Kei membuat Liam diam, dia sadar ke arah mana Keiland membawa percakapan ini. Ke arah yang lebih sensitif tentang masa lalu nya. "Gw nggak terima alasan pisah nya lo sama kakak ipar hanya Karna 4 tahun bareng dan lo nggak punya perasaan apa apa sama dia, apa lagi diantara kalian udah ada Juna anak kalian. Terus lo bilang kalo gw nggak bakalan tau gimana posisi lo kalo gw nggak ngejalanin itu sendiri" kata Keiland dengan menggebu-gebu mengingat alasan kepergian kakak iparnya karena kebodohan abang kandung nya sendiri. "Terus gimana sekarang lo percayakan dengan apa yang gw bilang kalo cinta itu nggak bisa di paksa? dan gw jelas tetep nyalahin lo dengan apa yang lo lakuin ini. Yang lo lakuin itu mempertaruhan perihal hati wanita man" kata Liam "Ya, gw percaya. Dan itu sebab nya gw mau ngomong sama Dhea pas dia dateng ke Bali besok karna gw nggak mau Dhea ngejalanin hubungan dengan perasaan sepihak kayak yang di alamin mba Lia selama sama lo bang" "Tapi sebelum itu apa lo yakin Kei kalo cewek yang lo sukain itu bakalan suka juga sama lo? Jangan malah lo lepas yang udah pasti tapi ujungnya malahan nggak dapet apa apa karna cewek yang suka sama lo nggak suka balik sama lo" "Biar itu jadi urusan belakangan bang" "Terserah lo intinya apa yang bakal lo lakuin lo udah tau ujungnya bakalan kayak gimana" *** Keiland sampai di kantor saat hari sudah mejelang siang, pukul 11 pria itu datang tapi tidak seorang diri melainan bersama dengan pria paruh baya yang merupakan ayah nya. Tuan Kemal Pramudya. "Selamat siang tuan" kata Clara yang sadar akan kedatangan bos nya lalu dia berdiri dan membungkukan badannya sedikit untuk bentuk sopan santun. "Siang Cla, apa jadwal yang saya minta sudah kamu siapkan?" tanya Kei sedangkan tuan Pramudya hanya diam memperhatikan interaksi kedua nya. "Sudah tuan, dan jadwal anda hari ini setelah makan siang akan melakukan rapat dengan beberapa calon investor, lalu setelah itu anda harus memeriksa beberapa berkas yang anda minta dari bagian keuangan" kata Clara menjelaskan jadwal yang harus dilakukan oleh Keiland hari ini. "Baik kalau begitu terimakasih, kau bisa melanjutkan pekerjaan mu Cla" setelah itu Kei melangkahkan kaki nya menuju ruangannya bersama dengan sang papih untuk melakukan pekerjaan nya. Begitu sampai di dalam ruangan yang sebenarnya adalah milik Liam, Keiland langsung menuju meja nya dan memeriksa beberapa berkas sambil menunggu waktu untuk rapat, sedangkan tuan Kemal masih diam memperhatikan putra bungsu nya itu. Dari yang dia dengar semalam pembicaraan antara kedua putra nya bisa dia tangkap jika wanita yang di sukai si bungsu adalah Sekretaris yang ada di depan itu. Tuan Kemal juga sudah mendapati kabar jika sekretaris Liam akan diganti karena yang sebelum nya akan pensiun. Dan hasil dari pengamatan nya Sekretaris itu tidak lah macam macam, dan dari segi penampilan pun cukup sopan selayaknya sekretaris pada umumnya. Pada awalnya dia kira jika wanita yang disukai oleh Keiland adalah sosok sekretaris yang centil dan suka memamerkan lekuk tubuhnya, namun nyata nya tidak. "Berapa umur Sekretaris mu itu?" tanya Kemal akhirnya membuka suara setelah sebelumnya hanya ada keheningan di dalam sana. "Dia baru lulus tahun ini kalau tidak salah, sekitar 23 tahun usianya" kata Keiland mengingat tentang biodata Clara yang kemarin dia baca. "Kenapa memilih yang begitu muda? bukan kah biasanya mengambil yang usianya 25-30 tahun? yang lebih berpengalaman?" tanya Kemal heran, karena memang biasanya syarat utama menjadi sekretaris di perusahaan ini adalah berpengalaman dan usia nya paling kecil 25 tahun. "Aku tidak suka, mereka terlalu berlebihan saat berpakaian dan itu sangat tidak mencermikan sosok sekretaris yang baik" kata Keiland berpendapat, karena meskipun dia terkenal dengan suka menggoda wanita tapi jika si wanita berpakaian terlalu terbuka dia tidak suka melihatnya. "Siapa nama wanita di depan tadi?" tanya Kemal lagi "Clara Annisa" jawab Keiland dan bisa Keiland lihat jika di wajah papah nya itu ada raut kebingungan. "Kenapa pah?" "Tidak hanya saja Papah seperti tidak asing dengan wajah Sekretaris mu itu, seperti pernah melihatnya" kata Kemal setelah menyadari nya beberapa saat. "Ah itu, mungkin papah pernah liat di kantor ini. Clara pernah magang disini buat tugas akhirnya semasa kuliah" Kemal terdiam, mungkin saja apa yang dikatakan Keiland bisa jadi. Tapi hatinya mengatakan hal lain, bukan di perusahaan ini dia melihat Clara tapi dia sama sekali tidak ingat dimana. TBC
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD