Untitled Episode
Bab 1. Terjerat hutang
Disuatu malam ~ pak Tardjo, merupakan ayah dari 3 orang anak yang 2 adalah anak kecil, dan yang 1 lagi telah lulus sekolah.dia bernama edo, meli, dan juga kylie. Pak Tardjo terkena penyakit keras yang membuat nafasnya terasa tercekat di tenggorokan.
" Uhuk, uhuk.. ! Bu, bapak udah gak kuat! Bapak minta ibu dan anak anak harus kuat ya, kalian harus saling menjaga satu sama lainnya, jangan ada yang saling menyakiti nak! Bapak udah gak lama lagi" ucap pak Tardjo.
Bu Mila menahan mulut suaminya untuk tidak berbicara sepatah katapun , dia tidak ingin mendengar apapun alasan suaminya, karna dia tidak ingin kehilangan suaminya itu. Apalagi saat ini mereka sudah berada dirumah sakit.
" Tapi Bu, bapak gak mau menyusahkan kalian, bapak udah sering menyusahkan kalian, termasuk kylie" tambahnya sembari menatap kearah putri cantiknya itu.
Kylie menggelengkan kepalanya , tidak memperbolehkan ayahnya tetap berbicara sembarangan tanpa memikirkan perasaan mereka. Dia tidak ingin kehilangan ayahnya untuk saat ini, hidupnya harus tetap pada figur ayahnya.
" Jangan berbicara sembarangan yah, gimana aku , Edo dan meli bisa bertahan tanpa ayah, mereka masih kecil, aku memang sudah dewasa, tapi aku membutuhkan ayah" tangis kylie pecah sembari menatap adik adiknya yang ikut menangis memeluk ayahnya.
" Ekhem... Kalian butuh biaya untuk pengobatan ayah kalian bukan? " Ucap seorang pria dari balik ruangan yang sedikit terbuka itu, menampilkan pria misterius dibaliknya. Membuat semua orang menoleh kearahnya.
" Paman siapa? Kenapa paman datang kesini sendiri?" Tanya Edo dengan berceloteh kecil pada pria berbadan kekar dengan jas berwarna hitam di tubuhnya itu.
Kylie mengingat wajah itu, wajah yang pernah ia temui sebelumnya , sewaktu dia ada disekolah , lebih tepatnya itu adalah kakak tingkatnya berbeda 2 tahun. Dia menatap pria itu dan mengangguk, menyetujui ucapan pria itu.
" Iya, aku membutuhkan uang untuk biaya pengobatan ayahku kak, aku akan segera menggantinya! Aku berjanji, tolong bantu aku" pinta kylie menangis membuat pria itu sedikit tersenyum dan mengeluarkan beberapa uang, dan memberikannya lalu pergi tanpa pamit. Membuat kylie dan seluruh keluarganya menoleh termasuk ayahnya.
" Siapa lelaki itu nak? Apakah dia adalah kekasih kamu? Jika dia memang kekasihmu, ayah setuju kamu dengannya, dia seperti lelaki yang baik, dan semoga dia bisa memberikanmu penjagaan" ucap Tardjo.
Kylie tersenyum pada ayahnya itu. Dia menggelengkan kepalanya dan berkata.
" Ah, tidak kok pa! Dia hanyalah kakak tingkat ku sewaktu sekolah, sepertinya aku harus mengejarnya untuk berterima kasih terlebih dahulu karna sudah mau membantu kita" ucap kylie memohon pamit pada kedua orang tuanya .
" Kylie pamit ya ibu, jagain bapak sebentar, panggil dokter untuk operasi ya Bu! Pembayaran rumah sakit akan aku bayar" ucap kylie dan menyalami kedua orang tuanya.
" Kemana kak Arya? Kenapa dia pergi tanpa pamit? Aku ingin mengucapkan terimakasih padanya karna sudah membantuku untuk menyembuhkan ayahku, kalau tidak ada dirinya, aku tidak tahu bagaimana ayahku bisa sembuh" ucap kylie dan mencari kesekeliling sampai akhirnya matanya bertemu dengan mata elang milik Arya Wiguna putra.
" Kenapa kamu datang kesini? Kenapa kamu tidak menemui ayahmu dan menjaga ayahmu?" Tanya Arya dengan tatapan mata sedikit teduh, dia memang seperti itu, selalu menyembunyikan semua sifatnya dibalik keteduhan yang menghanyutkan. Kylie membuang pandangannya karna merasa sedikit takut dan merinding.
" Kak, tolong jangan menatapku seperti itu! Tatapan kakak mengerikan saat menatapku" ucap kylie sedikit gugup.
" Kamu takut? Jangan takut , sekarang pergilah! Simpan saja kata terimakasih mu itu! Karna semua tidak gratis" bisiknya lembut namun sedikit membuat bulu kuduk kylie bergerak merinding ketakutan. Melihat wajah kylie yang memucat membuat Arya tersenyum devile dan segera bergegas pergi meninggalkan Kylie sendirian disana.
Karna dia begitu ketakutan, kylie berlari masuk kembali keruangan membawa makanan untuk ayahnya itu.
" Assalamualaikum, ibu ayah! Aku bawa makanan untuk kalian dan adik adik " ucap kylie tersenyum menatap kedua adiknya itu. Edo dan meli tersenyum mendengar perkataan kakak mereka yang sudah membawa makanan kedalam ruangan, karna mereka memang sudah sangat lapar untuk saat ini.