6.Bertemu

1204 Words
***** Setelah berbicara sebentar dengan yaya zidni pun segera masuk untuk mengaji dan duduk di barisan kedua dari depan. Rizal tampak masuk dan duduk di sebelah zidni. "Zal, tadi kata yaya lo disuruh nungguin dia di persimpangan deket warung abis ngaji entar." ujar zidni setelah melihat rizal duduk di sebelah nya. "Mau ngapain ??" tanya rizal, mengangkat sebelah alisnya. menoleh sekilas pada zidni. "Gue gak tau. dia cuma nyuruh gue bilangin ini doang ke elo." zidni mengangkat bahu nya tidak tau. "Okhh.. Oke!" jawab rizal. "Eh, gue ikut yah. tadi kata yaya gue boleh ikut nanti." "Mmm.." rizal berguman dan mengangguk. Belajar pun dimulai. ketika sedang mendengarkan penjelasan kang ali, tidak sengaja matanya melihat ke arah pintu pembatas tempat mengaji yang gordennya sedikit terbuka karna angin. Rizal melihat alika yang berada di dekat pintu paling depan dari celah gorden itu, dia mencuri-curi pandang ke arah alika, fokusnya terpecah dari mendengarkan penjelasan kang ali dan melihat alika. Sedangkan alika tidak menyadarinya karena sedang fokus mendengarkan penjelasan dari kang ali. rizal tersenyum tipis melihatnya. Ketika acara belajar selesai, ruangan itu seketika menjadi riuh, bersorak girang karena telah selesai, ada pula yang menggebrak-gebrak meja dan gorden pun semakin terbuka lebar karena angin yang kencang. Rizal melihat alika, sepertinya alika kaget karna gordennya terbuka lebar di lihat dari ekspresinya itu. alika segera menutup gordennya, tidak melihat ke arah laki-laki yang sedang memperhatikan nyaa fokusnya hanya pada gorden. setelah menutup gordennya seketika alika tertawa bersama dengan temannya. itupun tidak luput dari pendengaran rizal, lalu alika menyuruh teman yang berada di sampingnya untuk menutup pintunya. Pintu pun tertutup. para laki-laki membereskan barang-barangnya bergegas pulang turun kebawah, lebih tepatnya ke pondok laki-laki. "Al, kamu mau ikut nggak kerumah wanda ??" ajak yaya pada alika. "Nggak ahh.! aku lagi mager sekarang." jawab alika. "Cuma sebentar doang kok." ujar yaya. "Kapan-kapan lagi aja deh ya.! perut lagi sakit-sakitnya ini." ujar alika. yah karena alika sedang kedatangan tamu bulanannya. "Mmm.. yaudah deh, berdua aja sama wanda." ucap yaya sembari mengangguk. Yaya dan wanda pun segera pergi karena takut sudah di tunggu oleh rizal. ***** Di persimpangan, dari jauh rizal melihat yaya berjalan ke arahnya bersama dengan wanda. hanya berdua saja. "Kemana sahabatnya yaya yang satu lagi ??" tanyanya dalam hati. "Udah nunggu lama zal ??" tanya yaya pada rizal. saat sudah berada di depannya. "Baru bentaran doang kok." jawab rizal. "Yaudah yuk ikut aku." ucap yaya. "Mau kemana ya, ??" tanya rizal bingung. "Udah ikut aja dulu nanti aku jelasin sambil jalan." ujar yaya. "Oke! " rizal pun mengikuti yaya dan wanda bersama zidni di sampingnya. Yaya menjelaskan pada rizal perihal bibinya minta tolong pada rizal untuk mengajak hamdan ke pondok bersamanya saat di perjalanan menuju rumah wanda dan perihal hamdan yang akan pulang 2 hari lagi itu. Yaya mengajak rizal supaya rizal tau ke arah mana rumah wanda, jadi nanti pas menjemput hamdan sudah tidak perlu diberi tahu lagi. supaya ketika hamdan sudah siap untuk mondok di pondok hanya tinggal memberitahu rizal saja bahwa hamdan akan ke pondok. Rizal dan zidni mampir sebentar kerumah wanda untuk menyapa ibunya wanda. tidak lama setelah itu mereka kembali ke pondok bersama yaya karena wanda tadinya memang mau pulang jadi tidak kembali bersama dengan yaya ke pondok. Alika sedang berada di luar duduk di bangku panjang, di bawah pohon mangga. alika melihat yaya di sebrang jalan sana bersama dua orang yang entah siapa itu alika tidak tau siapa mereka. karena di depan pondok adalah pesawahan senhingga nampak jelas terlihat siapa yang sedang berada di sebrang sana karena tidak banyak pepohonan. "Yaaa!!! " alika berteriak memanggil yaya di sebrang sana sambil melambaikan tanyannya. Yaya yang merasa di panggil dan kenal dengan suara itupun menengok, dua orang yang berada di sampingnya pun langsung ikut menengok dan melihat alika yang sedang melambaikan tangan ke arahnya, sontak yaya tersenyum lebar dan langsung membalas lambaian tangan alika sambil berjalan dan meloncat-loncat kesamping. "Oookhh!!! " balas yaya berteriak. Rizal hanya tersenyum melihat tingkah mereka berdua. "Ya! itu siapa ??" tanya zidni. "Yang mana ??" tanya yaya mengangkat sebelah alisnya ke arah zidni, karena memang bukan hanya alika yang berada disana tapi ada anak-anak yang lain juga. "Itu yang tadi teriak-teriak manggil lo." jawab zidni. "Okhh, itu sahabat aku alika." ucap yaya tersenyum memberi tahunya. "Okhh.." zidni mengangguk. matanya langsung melihat rizal yang sedang tersenyum dan semakin kuat dugaanya itu bahwa sahabatnya mulai menyukai sahabatnya yaya itu. ***** Di persimpangan dekat warung itu rizal bisa melihat alika yang sedang duduk di bangku panjang yang ada disana. alika tampak sedang fokus menatap ke depan, entah sedang melihat apa. "Rizal, zidni aku duluan yah. bye! " pamitnya pada rizal dan zidni. "Iya." ucap rizal, zidni hanya mengangguk saja sembari bergumam. Setelah mendengar jawaban rizal dan zidni, yaya segera bergegas berlari kecil kembali ke pondok dan langsung memanggil alika. alika pun menengok langsung tersenyum melihat yaya yang memanggil dan berlari kecil ke arahnya. "Kok sebentar ??, cepet banget udah pulang lagi." tanya alika langsung saat yaya sidah ada di depannya. "Yakan tadi juga udah bilang cuman sebentar doang." jawab yaya. "Sama siapa tadi ??" alika bertanya karena penasaran. "Sama rizal, sama zidni." ucap yaya. "Okhh.." alika hanya mengangguk saja. "Eh! lagi baca apa al ??" tanya yaya sembari duduk di sebelah alika. "Ini lagi baca hafalan buat nanti siang." jawab alika. "Ya ampun!! aku lupa belum hafalin.!" seru yaya kaget. "Yaudah ini cepetan hafalin bareng-bareng aja." ucap alika sambil memperlihatkan hafalan nyaa. "Untung aja kamu ngingetin aku al. aku kemarin udah hafalin sih, tapi belum lancar." desahnya yaya lesu. "Yaudah sekarang hafalin, mumpung masih ada waktu." ujar alika, yaya pun mengangguk. mereka menghafalnya bersama saling mengintropeksi hafalan nya masing-masing bergantian. ***** Beberapa hari sudah berlalu, hamdan pun sudah pulang. yaya sudah memberi tahukan rizal bahwa hamdan sudah pulang dan sudah minta di jemput oleh rizal dan terserah kapan waktunya rizal menjemput hamdan mau siang ataupun sore tidak masalah. Sebelum mengaji sore wanda bilang ada yang ketinggalan di rumahnya meminta yaya dan alika untuk mengantarnya sebentar kerumahnya dengan memelas sehabis mengaji nanti. Akhirnya yaya dan alika menyanggupi nyaa karena kasihan juga kalau sendiri sudah sore pula. Sehabis mengaji mereka bergegas pergi karena takut kesore'an. mereka berjalan beriringan. "Hamdan belum pergi ??" tanya wanda heran setelah sampai di rumahnya dan mendapati bahwa hamdan masih ada dirumah. "Tau, belum di jemput" ucap hamdan menikan bahunya tanda tidak tahu. "Mungkin bentar lagi dateng, kalo enggak sekarang palingan juga besok." celetuk yaya. hamdan menjawabnya hanya dengan bergumam dan mengangguk saja. Saat sedang menunggu wanda mengambil barang nyaa yang tertinggal, rizal dan zidni datang mengucapkan salam dari luar. "Assalamualaikum.." ucap rizal dan zidni berbarengan. sontak yang berada di dalam pun menjawab salam mereka. Hamdan menengok siapa yang datang, setelah tahu siapa orang itu hamdan segera keluar menemuinya. sebelum hamdan keluar yaya berujar untuk menunggu mereka bertiga dulu sebentar, karena yaya tahu siapa yang datang, hamdan pun mengangguk. "Duduk dulu zal." ujar hamdan setelah keluar. rizal dan zidni pun duduk di teras. "Di suruh nunggu dulu sama teh yaya sebentar katanya, berangkat nya bareng sama mereka." ujar hamdan lagi. rizal tersenyum dan mengangguk. Yang ditunggu pun akhirnya keluar. rizal melihat alika keluar bersama yaya dan wanda. sesaat tatapan mereka bertemu, namun alika cepat membuang tatapannya dan berjalan cepat kesamping yaya yang lebih dulu keluar.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD