Setelah puas ngobrol dengan Melani dan melihat keponakannya. Akhirnya Rani berpamitan untuk pulang, karna hari sudah malam dan suami Melani juga sudah pulang dari kantor "Ran, makasih ya. Sampaikan juga ke Damian, makasih kadonya," ujar Bagas, suami Melani yang umurnya tak beda jauh dari dirinya tapi sudah berani meminang adiknya yang cerewet minta ampun itu. "Iya, nanti ku sampaikan," sahut Rani seraya meraih tas tangannya di atas meja. "Aku balik dulu ya," Rani melambai ke arah adiknya sebelum membuka pintu dan keluar dari ruangan Melani. Gadis itu berjalan gontai seolah tak punya tenaga lagi. Perlahan dia mengambil ponselnya berniat memesan taksi online karna tadi dia tidak membawa mobil, melainkan di antar oleh Damian. Ah, lelaki itu. Rani masih merasa jengkel dengan sika

