"Ayah kamu ada, kan?" tanya Damian saat mereka sudah sampai di depan rumah Rani. Rani mengangguk seraya berjalan membuka pagar rumahnya dan mempersilakan Damian masuk. "Mau ketemu Ayah?" "Iya, sekalian kita bicara soal rencana pernikahan. Gimana?" ucap Damian menahan langkah Rani agar tak buru-buru masuk ke dalam rumah. "Kamu yakin?" "Kita nggak bisa nunda-nunda terus, Ran. "Memang keluargamu nggak curiga sama pernikahan kita yang terburu-buru?" Damian diam sesaat. Kalau Dev mungkin curiga, tapi kedua orang tuanya tidak mempermasalahkan sama sekali. Mereka justru senang. Apalagi Ayahnya yang jelas-jelas tau apa maksud Damian menikahi Rani. "Mereka malah senang kalau aku buru-buru nikah. Karna aku bukan cowok remaja lagi yang bisa bermain-main dengan sebuah hubunga

