Dev mendorong bahu Karin menjauh, membuat gadis itu mengerjap bingung. Padahal sedetik yang lalu mereka masih saling berciuman dan bertukar saliva dengan napas yang memburu. "Something went wrong?" tanya Karin sambil mengusap bibirnya yang basah. "Lebih baik kamu pulang," ucap Dev seraya pergi meninggalkan Karin yang masih terdiam menatapnya bingung. "Dev, kamu kenapa sih? Salahku apa?!" geram Karin menarik lengan Dev agar menatapnya. "Kamu nggak salah apa-apa," sahut Dev dengan suara rendah dan lembut. "Aku minta maaf, nggak seharusnya aku nyium kamu tadi." "Kenapa? Apa kamu takut pacarmu marah?" "Kamu tau aku nggak punya pacar." "And then?" "Pergilah. Aku juga mau pulang," kata Dev tak menghiraukan pertanyaan Karin. Saat tadi dia mencium Karin, tiba-tiba saja ba

