"Baru pulang?" Rani menggeliat merasakan lengan Damian memeluknya dari belakang. "Iya," sahut Damian membenamkan wajahnya di antara leher dan rambut panjang Rani. Perlahan Rani berbalik menghadap Damian dan membiarkan lengan besar Damian menelusup di bawah kepalanya. "Ada masalah apa di kantor?" tanya Rani dengan suara parau dan mata setengah terbuka. Damian menggeleng, menatap lembut istrinya. Kemudian pria itu menempelkan bibirnya pada Rani dengan pelan dan lama. Hingga gadis itu memejam, menikmati bibirnya yang terkulum lembut di antara bibir Damian yang terbuka. Saat Damian menguraikan ciumannya, kedua mata Rani kembali terbuka. "Apa aku membangunkanmu?" lirih Damian sambil menyingkirkan rambut yang menutupi sebagian wajah istrinya. Rani menggeleng. "Aku tidur le

