Bab.126 Puncak Kenikmatan

1064 Words

  "Jadi berapa uang sewanya?" tanya Alana dengan wajah serius.   Dev maju satu langkah, memangkas jarak di antara mereka berdua. Tubuh Alana sedikit terdorong ke belakang hingga punggungnya menempel pada pintu lemari es.   "Apa kamu sanggup membayarnya?" bisiknya pelan.   "Tentu saja aku sanggup," sahut Alana dengan wajah mendongak, menantang Dev.   "Kita bicarakan tentang sewa apartemen ini setelah makan malam, oke?"   "Oke," Alana mengangguk setuju, namun Dev tak juga menyingkir dari hadapannya. "Minggir Dev."   Pria tampan itu menggeleng pelan dan memajukan wajahnya hendak mencium Alana, namun dengan sigap gadis itu berpaling.   "Al, ayolah ...," rengek Dev.   "Katanya kamu lapar," kata Alana mengalihkan perhatian.   "Tapi aku bisa kenyang hanya dengan mengunyah bibirmu yang me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD