"Aku nggak nyangka kamu bisa sampai sini, Dev," ucap Alana begitu Dev mengajaknya masuk ke dalam mobil. Mobil milik Dev tidak berjalan, masih berhenti di pelataran panti asuhan yang sudah gelap dan tertutup pintunya. "Aku minta maaf." "Bukan salahmu," sahut Alana dengan wajah tertunduk, menyembunyikan matanya yang sembab akibat menangis seharian. "Kamu sudah makan?" "Hm?" seketika Alana menoleh, terkejut dengan perubahan topik yang tiba-tiba. "Kalau belum, mau nemenin aku makan malam?" ucap Dev dengan wajah mengulas senyum. "Ini sudah jam berapa? Lagi pula aku nggak lapar, dan malas pergi ke luar," sahut Alana, dan sesaat kemudian terdengar bunyi suara perutnya yang menandakan kalau gadis itu sedang kelaparan, membuanya berpaling dari tatapan Dev, menahan malu. "S

