"Lhoh, udah pulang?" Rani terbelalak kaget melihat suaminya sudah berada di rumah sebelum jam delapan malam. "Kalau bisa, aku mau seperti ini setiap hari," sahut Damian yang ikut duduk di ruang makan setelah mencium kepala Rani sekilas. "Maksudnya?" "Pulang sebelum jam delapan dan kita bisa makan malam berdua di rumah," jawab Damian dengan senyum lebar menghiasi wajahnya yang tampan. Rani mengerling. "Aku nggak yakin kamu bisa." Gadis itu meraih piring Damian dan mengisinya dengan nasi dan lauk pauk. "Jadi kamu nggak suka aku pulang cepat?" ujar Damian seraya menerima piring dari Rani. "Kapan aku bilang begitu? Aku suka kok. Tapi ...." "Tapi apa?" "Pekerjaanmu banyak. Tanggung jawabmu besar. Aku tau kalau orang-orang yang punya jabatan tinggi itu mustahil bisa pul

