" aaarghhhh...,!!!
Prankkk
Kaca besar itu seketika pecah saat Queen melemparkan ponselnya tepat ke arah cermin besar itu...
Queen teriak histeris sambil meremas rambutnya...tubuhnya luruh ke atas lantai saat melihat postingan Tata di media sosial...
Hatinya bagaikan diremas, tadinya dia fikir akan berhasil melupakan al...tapi itu tidak berjalan lancar...queen malah membuat hatinya hancur dengan cara menjauhi al...
Apa lagi melihat postingan Tata, bahkan queen tidak menyangka Al benar benar jatuh cinta pada gadis rendahan itu fikirnya...
"aku tidak bisa..aku tidak bisa kehilangan mu al." guman queen sambil meremas rambutnya....
***
Abi keluar kamarnya dengan berpakaian yang sudah rapih..berjalan menuruni anak tangga sambil memasukan beberapa buku kedalam tas nya...
Abi melambatkan langkahnya Saat mendapati al yang baru saja menaiki undakan anak tangga di bawahnya..
Keringat yang membasahi baju yang Al kenakan menandakan bahwa dirinya baru saja selesai berolahraga...
Al pun memberhentikan langkahnya tidak jauh di depan abi...meneliti penampilan abi dari atas sampai bawah...terlihat santai, rapih dan cantik dengan celana jens dan kaos putih yang ia kenakan..
"kau mau kemana...,?" tanya al
"Kuliah" jawab abi singkat.
setelah itu al kembali berjalan melewati abi
Setidaknya tawarkan diri untuk mengantarku batin abi kesal
dan kembali melanjutkan langkahnya baru di undakan kedua langkah abi terhenti saat al kembali bersuara
"tunggu 30 menit...aku akan mengantarmu" ucap al tanpa menoleh ke arah abi...
Sudut bibir abi terangkat saat mendengar ucapan al...
Setidaknya dia masih menganggapku ada batin abi....
****
Al sesekali menatap abi yang tengah duduk disampingnya dengan ponsel yang terus dia pandangi..
Memangnya ada apa dengan isi ponselnya batin al
sedikit kesal saat abi terus saja fokus pada layar ponselnya dari pada kepadanya....
"jam berapa kau pulang..,?" tanya al mencoba mengalihkan fokus abi dari layar ponselnya
"jam dua" jawab singkat abi tanpa menatap al..
"setelah itu apa rencanamu"tanya Al kembali
"tidak ada"
"kalau begitu nanti kita akan kermah momy"
"iya"
"akan ku jemput nanti"
"iya"
"jangan pergi kemanapun sebelum aku menjemputmu"
"iya"
Al berdecih karena pertanyaannya tidak bisa membuat abi mengalihkan fokusnya pada benda pipih sialannya itu..
namun sedetik kemudian al tersenyum miring.
"jangan pergi kemanapun setelah jam kuliah mu selesai"
"iya"
"jangan coba coba melirik pria lain"
"iya"
"karena kau sekarang istriku"
"iya"
"jadi berhubung kau sekarang istriku mulai nanti malam kau tidu sekamar denganku"
"iya"
"janji"
"iya"
"ingat kau tidak boleh ingkar jaNji"
"iya"
"apa kau juga mencintaiku..,?"
"iya" meskipun al tau abi sedang tidak fokus dengan jawabannya namun tidak menghentikannya untuk terrsenyum mendengar jawaban abi
"kalau begitu bolehkah aku menciummu"
"iya" jawab abi membuat al semakin melebarkan senyumnya
Sedetik kemudian al menarik dagu abi dan
Cup
Mata abi membulat saat bibir al dengan sempurna mendarat di bibirnya..
"terimakasih"jawab al dengan senyum mengembang...sedangan abi hanya mengerjapkan matanya beberapa kali mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi
"apa yang kau laKukan..!!!" pekik abi setelah kesadarannya terkumpul
"aku...menciummu memangnya apalagi"
"ke kenapa kau menciumku...,?"
"karena aku ingin"jawab al dengan senyum terus mengembang di bibirnya
"tapi aku belum mengizinkanmu untuk menciumku"ketus abi
"apa kau yakin hem...kau sudah memberikan izin abigail jadi jangan protes lagi pula suamimu sendiri yang menciummu...bukan orang lain" ucap al tidak mau kalah..
Abi pun kembali berbalik pada posisi duduknya semula...akan sia sia jika berdepat dengan lucifer ini batin abi...
Mobil al berhenti saat lampu merah mulai menyala...al menatap sekitar jalan yang lumayan padat...namun pandangannya terhenti saat menatap ke arah trotoar jalan...
"oh ya nanti sebelum kerumah momy..bisakah kita ke toko buku sebentar..,.?"tanya abi sambil memasukan ponselnya kedalam tasnya...kemudian beralih menatap al yang tidak kunjung menjawab pertanyaannya...
"Al..." ucap abi heran karena al terus menatap ke arah lain...abi pun mulai mengikuti arah pandangan Al yang menuju trotoar jalan...
"mbak vio" gumam abi dan langsung berhasil membuat al menatap ke arahnya..
"kau mengenalnya..,?" tanya Al.
"siapa..,?" tanya abi
Tiitt tiittt tiitttt
"wanita itu..? Ya ya I will go.!" ucapa al sambil melajukan mobilnya kembali karena suara klakson mobil yang terus bersahutan.
"mbak vio tentu saja aku mengenalnya....,?"jawab abi membuat al mengerutkan keningnya..
"kenapa bisa..,?" tanya al
"aku pernah bekerja di toko bunga miliknya..."jawab abi dan al hanya menganggukan kepalanya..
"apa kau tidak mengingatku..,?" tanya abi
"maksudmu.?" tanya al tidak mengrti
"kau pernah sekali membeli bunga lily ke toko mbak vio...dan aku yang melayanimu waktu itu..." jelas abi membuat al sedikit berfikir...benarkah apa dia pernah bertemu abi sebelumnya...entahlah al benar benar tidak mengingatnya...
"benarkah.?"tanya al
"ya...ternyata ingatanmu buruk...tapi tunggu...berarti kau juga mengenal mbak vio..,?" tanya abi sambil menyipitkan matanya menatap ke arah al...
"iya aku mengenalnya" jawab al singkat
"benarkah..,? Kenapa bisa...??" tanya abi penasaran
"kau terlalu banyak bertanya...sudah cepat keluar...nanti aku jemput" ucapan al menyadarkan abi dan melihat sekitar dan ternyata mereka sudah sampai di depan kampus abi...
Abi pun segera turun dari mobil dan sedikit membungkukan badannya untuk melihat al
"ingat jangan kemana mana...kita akan kerumah momy"ucap al
"iya iya bawel" jawa abi sambil kembli menegakkan tubuhnya
Abi menatap lurus ke arah mobil al yang mulai menjauh...
"kenapa mereka bisa saling kenal" gumam abi masih penasaran dengan al dan vio
Pasalnya vio tidak pernah sedikitpun menyinggung tentang al padahal dia pasti tahu abi menikah dengan seorang aldric alexander...
Dan juga apa ini salah satu alasan kenapa vio tidak menghadiri acara pernikahan abi dan al...
Semua pertanyaan itu sekarang memenuhi otak abi...