Curiosity

699 Words
Al melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi berharap orang yang dilihatnya tadi masih berada disana.... "shitt....."geram al sambil memukul setir mobilnya saat tidak melihat siapa siapa lagi disana...kemudian kembali melajukan mobilnya....sambil melihat sekitar jalan berharap masih bisa menemukan orang yang di carinya.. Dan usaha al berhasil... Al melihat punggung wanita itu yang sedang berbicara dengan seorang gadis kecil di depan taman kanak kanak...sampai dia menyudahi percakapannya dan melambaikan tangannya pada anak tersebut... Al segera membuka pintu mobilnya saat wanita itu berjalan melintasi mobilnya "vio" ucap al yang sontak membuat wanita itu berbalik Vio sedikit terkejut melihat kedatangan al "a al...sedang apa kau disini.,?" tanya vio heran sambil sesekali melihat sekitarnya.. "ada yang ingin aku bicarakan..."ucap al **** Al menatap lurus ke wanita yang duduk di sebrangnya yang fokus pad minuman di depannya "bagaimana kabarmu..,?" tanya al membuat vio mendongak dan menatap ke arahnya "baik...kau bisa lihat sendiri.."jawab vio dengan senyum tipis .. "lalu tasya..,?"tanya al membuat vio sulit untuk menjawab pertanyaannya... kerongkongannya terasa sakit saat menahan tangis saat mendengar pertanyaan al "dia baik....tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik" lirih vio "vio...aku tau ini sulit bagimu tapi kau harus memikirkan tasya...dia butuh ayahnya.."ucap al "dia tidak butuh al...cukup diriku saja...aku mampu menjadi keduanya untuk tasya"jawab cepat vio "tidak vio...kau tidak bisa bersikap egois jangan hanya mementingkan perasaanmu...tapi pikirkan tasya dan masa depannya...dia butuh sosok ayahnya...ayah kandungnya..."ucap al "dia tidak perlu tau dan tidak butuh ayahnya...aku bisa memenuhi semua yang dia inginkan...dan tasya bahagia hidup hanya bersamaku" "suatu saat nanti tasya akan menanyakan ayahnya.."ucapan al membuat vio bungkam...bukan suatu saat nanti...bahkan akhir akhir ini tasya menanyakan tentang ayahnya...apa itu ayah...lalu siapa ayahnya...dan itu pertanyaan sulit bagi vio "kau harus mempertemukan tasya dengan soni....soni sudah mengakui kesalahannya...dan dia sudah menyesalinya..."jelas al "memaafkannya tidak semudah membalikan telapak tangan al....aku belum bisa" "setidaknya pertemukan soni dengan tasya...apa kau ti...." "cukup al....kalau kau hanya ingin membujukku untuk mempertemukan tasya dengan soni kau telah gagal...jadi lebih baik aku pergi"kesal vio sambil berdiri dan beranjak dari duduknya namun dengan grakan cepat al mencekal lengan vio...al tidak bisa membiarkan vio pergi begiu saja... Vio melihat tangannya yang dicekal al Cekrekk cekrekk cekrek (dari kejauhan seseorang mengabadikan momen mereka) "lepas al...aku belum bisa"ucap vio sambil melepaskan cengkraman al "fine tapi ku harap kau mau bertemu dengan soni...biarkan dia menjelaskannya secara baik baik...setidaknya beri dia kesempatan vio"bujuk al Vio sempat terdiam sejenak memikirkan perkataan al"baiklah...aku akan bertemu dengannya nanti...aku pergi" jawab vio setelah itu berlalu meninggalkan al... Al kembali mendudukan dirinya dan merogoh ponselnya untuk menghubungi seseorang "hallo...temui aku di tempat biasa nanti malam...aku ingin membicarakannya..."ucap al setelah itu mematikan sambungan teleponnya ***** "abigail..............!!!!!!" teriak ella saat melihat sahabatnya memasuki ruang kelas "ssttttt kau berisik sekali ell" keluh abi saat ella berteriak dengan suara nyaringnya membuat semua orang dikelas menatap ke arah mereka "cieeee cieeeeee pengantin baru..echhemm bagai mana kondisinya mrs alexander...apakah anda bisa berjalan dengan benar hari ini..apa masih terasa ngilu di bawah sana" ledek ella sambill menahan tawanya "ell kau menyebalkan...berhentilah meledekku...aku sangat sehat.."kesal abi kemudian mendudukan dirinya di sebelah ella "wwahhhh ternyata mrs.alexander strong ya...abis berapa ronde tadi hmmmpttt" abi segera membekap mulut ella karena tidak ingin sahabatnya itu semakin ngawur dan meledek dirinya terus menerus "ell berhentilah...mereka semua jadi melihat ke arahku" bisik abi tepat di dekat telinga ella "tentu saja kau menjadi pusat perhatian sekarang kau kan sudah sah menjadi istri salah satu ceo muda tampan di negara ini...kau tidak lihat tatapan tatapan iri mereka hem...mulai sekarang kau harus berhati hati abi...jangan berjalan sendirian...kau tidak bisa menebak barangkali salah satu dari mereka sedang memegang pisau dan ingin menyakitimu karena merebut salah satu daftar calon suami idaman mereka.."jelas ella membuat abi meringis "ya dan kau akan membuat mereka benar benar menyakiti ku jika semua omonganmu tadi tidak kau kontrol...menyebalkan"kesal abi namun ella hanya tertawa renyah menanggapinya. Tawa ella terhenti saat dosen memasuki ruang kelas "berhentilah tertawa ell jika kau tidak ingin dikeluarkan dari kelas ini" bisik abi dengan kesal karena ella terus saja tertawa sambil menutup mulutnya... Abi merogoh ponselnya karena lupa untuk mensilent kan ponselnya... Namun gerakannya terhenti saat tiba tiba ada pesan masu... "no baru...no siapa ini" gumam abi sambil menunduk melihat ponsel yang ditangannya.. Abi kemudian membuka pesan itu dan membulatkan matanya saat melihat isinya "apa ini...kenapa mereka..." "abigail apa ada masalah...bisa kita mulai pelajaran hari ini" teguran dosen membuat abi mendongak dan sedikit gelagapan "eh i iya sir...maaf" jawab abi gagap dengan fikiran yang terus melayang entah kemana.... Siapa yang mengirim pesan itu batin abi...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD