Bab 17

1080 Words

Seminggu berlalu Aryan tak juga menemukan keberadaan Mauren. Keadaannya yang tak terurus, jenggot dan kumis yang belum dicukur, belum lagi setiap hari ia selalu memarahi karyawannya di kantor. Nancy dan Chandra pagi-pagi sekali berangkat ke Jogja dengan pesawat pribadinya setelah menerima telpon dari Ajeng ibunya Mauren. "Mba Ajeng.... mana Mauren" ucap Nancy yang datang bersama Chandra saat baru menginjakkan kakinya di rumah orang tua Mauren. "Ada di dalam bu, masuk saja" ucap Ajeng yang sangat menghormati Nancy. Nancy dan Chandra masuk ke dalam rumah dan ia melihat Mauren yang sedang duduk di meja makan menikmati mangga muda yang baru saja dipetik. "Mauren....."panggil Nancy. "Mama papa" Mauren menatap Nancy dan Chandra. Nancy memeluknya dengan erat. "Kamu sehatkan sayang" ucap N

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD