Mauren sedang duduk di ranjang kamarnya mengelus perutnya yang kian membuncit. "Dek maafin mami ya sudah memisahkanmu dengan daddy, habisnya daddy kamu nyebelin" ucap Mauren. "Mami senang banget akhirnya kamu gak manja lagi sama daddy, gak perlu bantuan daddy lagi buat mami makan, terima kasih ya dek kamu sudah ngerti kalo mami lagi marahan sama daddy kamu" ucap Mauren lagi sambil mengusap perutnya. "Ren...." panggil Ajeng ibu Mauren, ia menghampiri putrinya dan duduk ditepi ranjangnya. "Iya bu ada apa" tanya Mauren. "Apa sebaiknya kamu pulang saja ke Jakarta ini sudah dua minggu nak kamu kabur dari suamimu, kasian dia ibu juga gak enak sama ibu Nancy kalian bertengkar seperti ini" ucap Ajeng. "Gak ah bu, Mauren mau di sini dulu sampai Aryan menyadari kesalahannya dan mama Nancy nger

