Bab 4

879 Words
Akhir-akhir ini Aryan selalu rutin mengantar dan menjemput Mauren,  pria itu juga semakin posesif pada Mauren ia juga sangat tak menyukai para lelaki yang coba mendekati Mauren. Siang ini Aryan sedang sangat sibuk di kantornya hingga ia melupakan menjemput Mauren hingga sampai jam pulang kantor ia baru ingat belum menjemput Mauren dan akhirnya ia memutuskan menghubungi phonsel perempuan itu tak aktif. "Bi Mauren ada dirumah" tanya Aryan pada ART rumahnya melalui sambungan telpon. "Oh iya den ada sudah pulang dari tadi" ucap Minah ARTnya. "Sama siapa dia pulang" tanya Aryan. "Diantar sama teman cowoknya den" ucap Minah lagi. "Cowo? siapa namanya" tanya Aryan penasaran dan seketika ia jadi emosi. "Kalau bibi gak salah dengar sih tadi pas non Mauren ngobrol namanya Randi atau siapa gitu bibi lupa den" ucap Minah. "Rendi maksud bibi namanya" ucap Aryan yang sudah mengeraskan rahangnya. "Iya den itu dia namanya" ucap Minah. "Ya sudah bi, bilang sama Mauren jangan ke mana-mana sebentar lagi saya pulang" ucap Aryan dan sambungan telpon pun ditutup. Mauren mendekat menghampiri bi Minah. "Siapa yang telpon bi" tanya Mauren yang baru turun dari kamarnya dengan memakai bathrobe handuknya. "Itu non den Aryan, katanya non Mauren jangan ke mana-mana di rumah aja sebentar lagi den Aryan pulang" ucap Minah. "akenapa sih dia aneh banget akhir-akhir ini" ucap Mauren sambil berjalan ke arah kolam renang. "Wajar kali non suami kaya gitu artinya den Aryan sayang banget sama non mm Mauren" ucap Minah. "Suami dari hongkong" ucap batin Mauren sambil melepas bathrobenya dan masuk ke dalam kolam, ia berenang ke sana kemari melepas penatnya hanya mengenakan bikini. Tak lama suara mobil Aryan terdengar berhenti di depan rumah, ia segera masuk ke dalam rumah. "Bi Mauren mana" tanya Aryan yang baru masuk. "Dibelakang den lagi berenang" ucap Minah. Aryan segera menyusul Mauren ke belakang rumah. "Mauren naik" ucap Aryan namun tak dihiraukan oleh Mauren, ia terus saja berenang. "Maureeeen...." suara Aryan yang menggelegar akhirnya menghentikan aktifitas Mauren berenang. "Apa sih" omel Mauren. "Naik" ucap Aryan tak mau dibantah. "Apa" ucap Mauren yang sudah naik ke tepi kolam. "Apa-apaan ini kamu pake bikini gini kalau ada yang lihat gimana" omel Aryan. "glGak ada orang juga di rumah cuma ada bi Minah sama bi Surti lagian suka-suka aku mau berenang pake apa aja, apa urusannya sama kamu" ucap Mauren. "Hehh.... aku suami kamu aku berhak melarang kamu" ucap Aryan melotot. "Iya suami, suami di atas kertas" ucap Mauren menatap Aryan. "Iya memang aku cuma suami di atas kertas tapi tetap aja aku gak suka, pakai" Aryan melemparkan bathrobe Mauren. "Bawel banget" omel Mauren sambil mengenakan bathrobenya. "Sudah aku katakan kalau mau pulang tunggu aku, kenapa sih kamu suka banget ngelawan aku pake acara minta di antar pulang si Rendi segala lagi" omel Aryan. "Hehh aku nunggu kamu udah kaya orang bodoh tau gak, kamunya gak muncul-muncul ya udah aku ikut Rendi aja pas dia lewat" sahut Mauren. "Sekali lagi ketahuan aku kamu minta antar dia habis kamu" ucap Aryan kesal. "Kamu mengancamku, emang apa yang bisa kamu lakukan" ucap Mauren menantang. "Jangan menantangku Ren" ucap Aryan sinis, ia segera berlalu ke kamarnya. --- Hari-hari dilalui Aryan dan Mauren dengan perdebatan-perdebatan kecil. Aryan yang selalu melarang Mauren ini dan itu, Nancy dan Chandra pun tak hentinya menanyakan pada Mauren kesiapannya untuk hamil dan Mauren selalu saja menghindar. "Eeemmhhhh...." l Mauren mengulet terbangun dipagi hari, ia merasa ada beban yang menindih perutnya. Aryan memeluknya dengan erat, akhir-akhir ia selalu mendapati Aryan  memeluknya saat terbangun di pagi hari. "Ar lepas ah...." ucap Mauren. "Biarin ah Ren enakan gini sebentar aja" ucap Aryan yang membenamkan wajahnya dilekukan leher Mauren. "Kamu melanggar poin perjanjian pertama" ucap Mauren mengingatkan Aryan. "Persetan sama surat perjanjian itu" ucap Aryan. "Iihhhh... kamu sendiri yang bikin suratnya" ucap Mauren. "Ren...." ucap Aryan mm yang masih membenamkan wajahjya di leher  Mauren. "Hm apa..." sahut Mauren yang memainkan jari Aryan yang ada di atas perutnya. "Kata orang s****a di pagi hari bagus banget, bikinin cucu yuk buat mama papa" ucap Aryan. "WHAAATTTT...." ucap Mauren berteriak, ia kaget atas ajakan Aryan tersebut. "Gak usah teriak gitu belum dimulai juga" ucap Aryan yang menatap Mauren. "Iiiihhhh dasar m***m, iiihhhh Aryan lepasiiiinnnn...." teriak Mauren saat Aryan semakin memeluknya dan menindihnya. "Gak usah teriak Ren" ucap Aryan lagi yang semakin memeluk Mauren. "Ar jangan macam-macam kamu aku bisa teriak" ucap Mauren ketakutan. "Teriak aja gak akan ada yang percaya, kita suami istri gak akan ada yang percaya sekalipun kamu bilang aku mau perkosa kamu" ucap Aryan tersenyum, ia menurunkan tali baju tidur Mauren dan mengecup pundak mulus perempuan itu. "Ar.... jangan.... aku mohon...." ucap Mauren dengan suara bergetarnya dan ia menangis. "Astaga Ren kamu menangis maaf-maaf aku cuma bercanda" ucap Aryan yang langsung dan membawa Mauren kepelukannya. "Kamu bercandanya gak lucu m, jahat banget" ucap Mauren terisak. "Iya maaf gak lagi-lagi deh, sudah sana mandi mau ke kampus kan" ucap Aryan dan Mauren segera menuju kamar mandi membersihkan dirinya. Aryan mm kembali merebahkan dirinya di ranjang menatap langit-langit kamarnya. "Aku kenapa sih, apa aku sudah jatuh cinta pada Mauren, aku bingung tapi aku juga gak suka melihat dia dekati pria lain" ucap batin Aryan. --- Seperti biasa Aryan mengantarkan Mauren ke kampusnya. "Nanti aku jemput" ucap Aryan  lalu mengecup Kening l Mauren. "Apaan sih kamu cium-cium kaya apa aja" omel Mauren sambil menyapu keningnya. "Aku cuma pengen kita kaya pasangan lainnya Ren" ucap Aryan. "Kita itu gak saling sayang dan cinta jadi kita gak akan bisa kaya pasangan normal lainnya, sudah ah aku masuk dulu" ucap Mauren lalu segera turun dari mobil. "Tapi aku sayang sama kamu Ren, kalau cinta entahlah...." ucap batin Aryan, ia tersenyum melihat punggung Mauren yang kian menjauh. Aryan segera melajukan mobilnya ke kantornya. Bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD