29 - 1001 Cara Narren

1342 Words

Baik Lady mau pun Narren, keduanya bisa merasakan adanya jarak dan kecanggungan di antara mereka. Aroma truffle oil yang seharusnya menggugah selera kini justru terasa seperti pengingat dosa atas apa yang terjadi di dapur tadi. Narren, di sisi lain, tampak sangat tenang. Ia mengunyah makanannya dengan santai, sesekali menyesap air mineralnya tanpa beban. Sikapnya yang seolah tidak terjadi apa-apa justru membuat Lady semakin merana. "Gimana, Kak? Pastanya enak?" suara Narren memecah keheningan. Pria itu seolah memang sengaja untuk mencairkan ketegangan yang terjadi itu. Lady berdehem, mencoba menstabilkan suaranya. "E-enak kok. Pas bumbunya." "Syukurlah. Aku takut tadi sausnya jadi agak aneh karena... ya... ada interupsi sedikit," goda Narren dengan nada datar, tetapi ada kilat jenaka d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD