Darren menggengam tangan Mazaya begitu kuat, sampai-sampai tangan gadis itu memerah. "Lepasin!" Mazaya meringgis. Ia yang dulu lemah lembut, begitu bringas sekarang. Mazaya ingin mencakar-cakar wajah Darren, dan menendangnya sampai tak sadarkan diri. Namun, ia tidak pernah berbuat kekerasan. "Maaf, kalau kamu udah tahu semuanya." "Ya! Sangat tahu, ketika aku punya pacar, yang sudah jalan empat tahun, dan mendapati memberi pesan pada wanita lain, ngajak nikah!" Kata Mazaya penuh penekanan. Rasanya hati Darren terluka, melihat Mazaya seperti ini. Namun, ia terjebak. Ia yang memulai semua ini, dan tidak tahu untuk mengakhiri seperti apa. "Maaf." "Nggak-papa Darren. Aya hanya perempuan bodoh, yang selalu dimanfaatkan. Darren mau kerjasama bukan? Seolah-olah, kita orang asing. Aya mau

