Chapter 37

1305 Words

Siapkan hati kalian. Kalau ada tisu, siapkan tisu. Kalau biasa pakai kain lap, pakai kain lap aja. Ilona masih rapuh. Tentu saja, setelah ia menyerahkan semuanya, bahkan sudah diisi, dan main dicampakkan seperti itu, rasanya jiwanya seperti balon yang diterbangkan ke udara, hanya mengikuti kemana arah angin membawanya terbang. Disini lah, kalian bisa melihat titik terlemah seorang Ilona. Selama 25 tahun hidupnya, Ilona merasa ini cobaan terbesar dalam hidupnya. Setelah awal kehamilan yang begitu menyiksa. Ilona mulai merasakan dampaknya hamil. Ia begitu sensitif pada semua bau yang aneh-aneh, dan yang paling menyebalkan ia sering muntah-muntah. Ngebet punya anak, tapi rasanya begitu menyiksa. Ilona hanya berdiri di depan wastafel, menyaksikan sisa muntahannya yang berwarna bening.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD