menjadi sakti

1054 Words
"Nona kamu sekarang sudah menguasai banyak ilmu, bisa di bilang kamu sakti." suara lirih grembo ujo mengagetkan. aku segera bangkit dari tidurkan dan berdiri mencari keberadaan grembo ujo. Jin itu hanya terdengar suaranya tapi tak melihatkan wujudnya seperti biasanya. "Nona, aku sekarang tidak perlu lagi menampakkan wujudku di depanmu, namun dengan mengandalkan ilmu kebatinanmu kamu akan mengetahui posisi keberadaanku." grembo ujo kayaknya mau menguji ilmuku, aku segera memejamkan mata kujernihkan fikiran dan membaca sedikit mantra. Dan benar aku dapat melihat grembo ujo yang sedang duduk santai di atas lemari. "Turun kau grembo ujo, ngapain kamu duduk di situ mendekatlah kemari !" pekikku padanya.Dalam sekejap mata dia sudah duduk di sampingku. "nona, aku mau meminta ijin padamu, dalam beberapa hari ini aku mungkin tidak bisa mendampingi nona. aku ada urusan yang harus aku selesaikan." dia menatapku begitu serius dengan wujud asli yang menyeramkan . " kamu boleh pergi kapan saja, tidak kembali juga tidak apa-apa. kamu jangan kuatir aku kan sudah memiliki kemampuan sama sepertimu apa yang kamu kuatirkan?" jawabku dengan wajah datar tak menatapnya. "baiklah nona kalau begitu aku pamit." saat aku menoleh ke arahnya dia sudah hilang entah kemana dan aku melanjutkan tidurku. ****** pagi itu aku akan berangkat ke pasar untuk membantu bapak dan ibu berjualan.Saat di perjalanan pas naik motor aku di cegat bu lastri tetanggaku. "Nduk.. kamu mau ke pasar? kalau mau ke pasar jangan lewat jalan biasa karna ada banyak polisi." ucap bu lastri membuatku penasaran. " bu .. surat-surat kendaraanku lengkap bu. aku juga memakai helm kenapa harus takut sama polisi bu? " jawabku serius sambil menatap bu lastri. " Nduk bukan masalah itu. jalan yang di perbatasan desa macet nduk, ada pembunuhan tadi malam. jalan di tutup sementara nduk untuk kepentingan pemeriksaan polisi." jelas bu lastri sambil terburu meninggalkan aku yang bengong karna masih memikirkan ucapan bu lastri. " pembunuhan.. siapa yang di bunuh?" tanyaku dalam hati penasaran. untuk menjawab rasa penasaranku aku menuju lokasi pembunuhan itu hanya untuk mencari tahu saja tentang berita yang kudengar dari bu lastri. saat tiba di lokasi aku melihat banyak orang berkumpul dan banyak petugas polisi yang berjaga. Dan saat aku mematikan motorku aku melihat kejadian aneh, aku melihat asa seorang lelaki paruh baya di seret oleh tiga orang bertopeng dan aku melihat juga seorang wanita muda di seret di masukkan kedalam sebuah mobil. Dan aku sangat terkejut ketika melihat tiga orang bertopeng membacok lelaki separuh baya itu membabi buta, dan orang- orang di situ hanya diam dan cuek selah tidak tahu kejadian itu. " ada apa dengan mereka?" heranku berkecamuk dalam hati. " mbak.." aku kaget dan tiba-tiba pemandangan yang aku lihat barusan hilang begitu saja. aku menoleh ke arah suara yang memanggilku. aku lihat seorang petugas polisi mendekatiku. " mbak tolong jangan berhentindintengah jalan? mbak mau kemana? " tanya petugas itu " pak ini ada apa kok jalan di blokade dan di tutup?" tanyaku penuh rasa penasaran. " ini ada kasus pembunuhan, kami melakukan penyelidikan dan olah TKP mbak untuk mengetahui dan melacak jejak pembunuhan. kalau mbak gak ada kepentingan di sini silahkan mbak puter balik." petugas itu menatapku dengan tajam dan berwibawa. " pak saya mau kepasar. oh ya pak siapa yang di bunuh pak?" Rasa penasaranku membuncah dan kuberanikan menanyakan itu kepada pak polisi itu. " korban bernama pak hendro mbak. anaknya yang bernama sulis juga hikang kemungkinan di culik." jawab petugas itu dengan tenang. " silahkan mbak melanjutkan perjalanannya kalau tidak kepentingan lagi. silahkan lewat memutar desa sebelah. " jelas pak polisi itu dengan mimik muka serius. " pak kejadiannya kapan?" tanyaku lagi pada petugas itu. "Tadi malam mbak." jawab pak polisi itu dengan sabarnya menanggapi pertanyanku. " hah tadi malam... bukannya barusan aku melihat kejadian pembunuhan itu. kenapa tadi malam? apa aku bisa melihat kejadian yang berlangsung tadi malam hanya dengan datang ke lokasi?" gumamku heran dalam hati. " ah mungkin apa ini kemampuan batinku karna sering tirakat puasa.." " mbak kok bengong?" belum selesai aku bergumam dalam hati pak polisi mengagetkanku dengan suaranya. " oh enggak pak. baik pak saya pergi dulu melanjutkan perjalanan." aku segera memutar balik sepeda motorku untuk menuju ke pasar. saat tiba di pasar dan memarkirkan sepeda motorku,aku kaget saat melihat ada mobil putih yang ada di parkiran. Mobil itu persis dengan mobil para pembunuh yang aku lihat dalam bayangan yang kulihat di tempat kejadian pembunuhan tadi. " ah mungkin hanya mirip, mobil begini kan banyak yang mirip." bisikku dalam hati. Tapi saat aku berjalan melintas di belakang mobil itu aku melihat plat nomer mobil sama dengan mobil dalam bayanganku tadi. aku semakin penasaran dengan mobil itu. saat aku memperhatikan mobil itu ada tiga orang berperawakan kekar menuju mobil itu, aku segera bergegas pergi. Aku mengamati mobil itu dari jauh. setelah mobil itu pergi dari parkiran pasar aku semakin penasaran. "kok cuma ada tiga orang itu, dua orang yang lainnya mana? trus gadis yang mereka bawa kemana? apa di buang? " aku semakin penasaran dan memutuskan untuk membuntuti mobil itu. sudah hampir setengah jam aku membuntuti mobil itu tapi mobil itu belum menunjukkan tanda- tanda akan berhenti , masih melaju dengan kencang. aku terus mengikutinya, sampai mobil itu berbelok ke jalan arah hutan. " mau kemana mereka? kok ke hutan? atau jangan- jangan tempat persembunyian mereka di hutan?" tanyaku terus berkecamuk dalam hati. Dan benar saja mobil itu berbelok lgi ke arah sebuah jalan kecil yang ku lihat menuju sebuah gudang.Saat mobil itu sampai di gudang dan parkir, aku menepikan sepeda motorku, aku mengendap- endap ke arah gudang itu. " aah ngapain aku mengendap- endap, aku kan punya ilmu menghilang.. aku pakai saja." setelah membaca mantra aku dengan pede-nya berlari kearah gudang itu penasaran dengan apa yang mereka lakukan di sana. setelah masuk dalam gudang aku melihat lima orang lelaki sedang menikmati makanannya dan satu orang perempuan yang duduk terikat di kursi kayu. Benar saja wanita itu adalah wanita yang di culik dalam bayanganku kemaren. Aku mengelingi mereka, mengamati wajah mereka satu persatu, belum sempat aku mengamati mereka detail ada suara dari depan pintu dan banyak polisi masuk. " Angkat tangan.. kalian di tangkap. jangan berani kabur atau melawan kalian sudah di kepung! " aku melihat seorang polisi berpakaian preman menodongkan pistol ke arah lima orang penjahat itu. " cepat banget ya kerja polisi" sebelum selesai mencerna ini semua, polisi sudah meringkus lima orang itu dan membawa mereka pergi. Bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD