belajar ilmu menghilang

796 Words
Malam ini malam jum'at kliwon, biasanya kalau malam jum'at kliwon si grembo ujo mendatangiku dengan menampakkan wujudnya yang seram. Malam sudah mulai larut tapi mataku belum terpejam, aku masih menunggu jin itu datang. Tapi batang hidungnya tak juga muncul, aku menguap rasanya ngantuk sekali. Sebelum memejamkan mata aku mencium bau yang aneh, bau wangi tapi bercampur dengan bau anyir. Dan benar saja si grembo ujo datang. jin itu mengganggu rasa kantukku saja. " hey.. kemana saja baru datang? aku sudah ngantuk." tanyaku ketus menyambut kedatangannya, kali ini dia datang tidak dengan wujud aslinya yang menyeramkan tetapi berwujud lelaki tampan mirip oppa-oppa korea. " oh.. kamu kangen ya sama diriku ya cantik?" jawabnya tengil sambil tersenyum penuh rayu. " kalau datang jangan terlalu malam, mengganggu tau! katanya jin penjaga malah lebih tepat jin pengganggu," gerutuku pada grembo ujo, yang hanya mengangguk- ngangguk mendengarkan. " Begini nona, setelah ku amati nona sekarang harus belajar ilmu kesaktian untuk jaga diri, takutnya aku terlalu sibuk tidak bisa menolong nona. kayak tempo hari kalau aku telat sedikit saja nona bisa di hajar sama mbah dukun sakti itu." ucapnya dengan mimik serius. " Belajar kesaktian? buat apa? kan ada kamu yang udah sakti." jawabku enteng. " Betul nona, saya memang sakti tidak terbantahkan. Tapi masak juragan saya yang cantik ini tidak sakti juga, saya malu dong nona. Nanti takutnya saya di bully temen jin saya nona hehehe." jawabnya sambil meledekku " Baiklah kalau itu maumu. aku rasa memang aku perlu punya sedikit kesaktian untuk sekedar jaga diri." ucapku pasrah. "Berpuasalah 41 hari agar nona bisa menguasai ilmu itu. Nanti akan ada banyak godaan saat nona berpuasa. " ucap grembo ujo menjelaskan. setelah kami lama membicarakan tatacara mempelajari ilmu itu grembo ujo pamit, dan tak lama dari itu aku terlelap dalam tidur. ... Hari ini hari ke 41 aku berpuasa, untuk hari terakhir ini aku tidak berbuka pada magrib tapi puasa ngebleng berbuka setelah azdan subuh berkumandang. aku melafadzkan wirid yang di ajarkan grembo ujo.Mulutku komat - kamit melantunkan wirid dan aku terkejut saat ada sesosok berjubah putih mendekatiku. " Hai nduk.. untuk apa kamu melakukan ini? kamu tidak takut matikah?" tanya kakek berjubah itu. Aku tidak menjawab pertannyaannya, aku hanya terus melanjutkan wiridku, aku mengabaikan saja kakek tua itu. " Nduk, kenapa kamu tidak menjawab pertanyaaanku? kamu tidak takut mati?" tanya kakek tua itu dengan suara lantang. aku agak bergidik ngeri. tapi aku tetap tak menanggapinya. aku terus melanjutkan wiridku. kakek tua itu sepertinya mendekat kearahku, dia mengeluarkan keris dan mencabutnya di depanku, aku hanya terus wiridan walau ada sedikit rasa takut dalam hatiku. " Baiklah kalau kamu tidak takut mati....!" teriak kakek tua itu sambil menghujamkan kerisnya yang bercahaya ke badanku. aku kaget tapi aku hanya bisa pasrah. " duar.... dar....!!" Tiba - tiba kakek itu hilang tanpa jejak. " Alhamdulillah.. aku selamat.." gumamku lega. sayup - sayup ku dengar azdan subuh, aku segera beranjak dari dudukku untuk mengambil minum dan berbuka. setelah aku meneguk air putih, tiba- tiba aku merasa ada yang menepuk pundakku. aku kaget dan berbalik, ternyata grembo ujo jin penjagaku. " Hai.. dasar jin edan , buat aku kaget aja." gerutuku sambil menatap mata grembo ujo. " nona anda berhasil menguasai ilmu panglimunan. nona akan bisa menghilang sekarang." ucap jin itu menjelaskan. "Tapi ilmu panglimunan yang nona miliki mempunyai beberapa pantangan." lanjutnya. " Apa pantangannya grembo ujo? katakan biar aku tak sembarangan dengan ilmu itu." aku sangat penasaran tentang ilmu yang baru aku pelajari. " nona ....pantangan dari ilmu panglimunan adalah tidak boleh di pakai untuk mencuri. ilmu ini sifatnya untuk melindungi diri dari orang jahat yang ingin mencelakai kita, bukan ilmu untuk gaya- gayaan." usai menjelaskan jin itu langsung menghilang. meninggalkan secarik kertas berisi mantra ajian panglimunan. " nona jangan lupa baca mantranya kalau mau menggunakan ilmu itu." terdengar suara grembo ujo walau tak nampak wujudnya. sehabis sholat subuh aku tak kuat lagi menahan kantuk, aku tertidur begitu lelap. " tok.. tok ..tok... nduk dah waktunya zduhur , kamu sudah sholat belum nduk. bangun dulu, mandi dan sholat. Habis itu jangan lupa makan nduk." panggil ibu membangunkanku. " ya bu. bentar lagi. aku masih ngantuk. nanggung bu." jawabku malas- malasan. " Nduk bangun, jangan malas sholat. cepetan mandi !" perintah ibu lagi. " ya bu.!" walau masih malas aku bangun dan menuju kamar mandi. Sehabis sholat aku teringat kalau aku belum mencoba ilmu panglimunan yang baru aku kuasai. " Ahh coba jaa deech.." fikirku dalam hati sambil membaca mantra yang di kasih grembo ujo. setelah mantra selesai k****a , aku tidak menyadari ada perbedaan dalam diriku rasanya sama saja. " Atau ilmunya gagal ya? " gusarku dalam hati. Aku kemudian melepas mukenaku dan mau menyisir rambutku di depan cermin, alangkah kagetnya aku, aku tak melihat bayanganku di cermin. "woow.... aku berhasl... horeee..." teriakku senang dalam hati.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD