Chapter Empat Puluh

1504 Words

            Puteri terdampar di salah satu bintang, dengan permukaan tandus, tanpa bisa menghasilkan cahayanya sendiri. Keadaan tersebut membuat sang puteri merasa ketakutan. Tapi dia terpaksa menetap karena sayapnya yang terbakar butuh waktu hingga pulih.             Puteri pun berusaha untuk bertahan  hidup di tengah ketiadaan tersebut. Merasa sedih dan sepi. Hingga dia menyadari bahwa sang bintang pun merasa demikian. Tiap waktu dia menangisi nasibnya tanpa berbuat apa-apa.             Sang puteri pun berniat untuk memberi pertolongan kepada sang bintang gelap. Hingga tak terasa keduanya menjadi sepasang sahabat yang saling membantu. Bintang tersebut bilang, sebelumnya dia memiliki cahaya sendiri. Tubuhnya selalu tampak subur, dipenuhi bunga bersinar dan sungai yang indah. Bahkan air

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD