Seminggu setelah pertemuan terakhir dengan Rendy, Ana menepati janjinya. Dia dan Remy mengantar Rendy pulang ke kampung hanya untuk membujuk ibu Rendy supaya mau mengampuni anaknya. Ana pergi dengan mobil Remy. Sementara Rendy membawa mobil miliknya sendiri. Namun Rika tidak ikut entah karena apa. “Kak Remy beneran gak lagi sibuk, kan?” “Tenang saja. Lagipula, aku tidak mungkin membiarkan kamu pergi berdua dengan orang itu.” “Akan aku bereskan semua secepat mungkin, supaya kita bisa langsung pulang ke Jakarta.” “Kamu yakin ibunya masih mau menerima anak durhaka seperti itu?” “Setahuku, ibu bukan orang yang mudah marah. Agak kaget juga sewaktu dengar kalau dia gak pernah terima telepon Kak Rendy

