Kamis pagi, suasana kantor berbeda. Ada aura tegang yang tak terucapkan. Proyek Lumière sudah masuk tahap produksi iklan TV, dan hari ini jadwal presentasi konsep final ke dewan direksi—termasuk Pak Haris, Direktur Operasional yang terkenal kritis dan sering bersaing dengan Reyhan soal anggaran. Aira sudah siapkan semuanya sejak subuh: slide presentasi 50 halaman, print-out untuk setiap direktur, data backup di flashdisk, bahkan video mockup iklan yang baru selesai semalam. Ia pakai blazer hitam rapi, kemeja putih, rok pensil, dan sepatu hak sedang—penampilan profesional maksimal. Reyhan keluar ruangan pukul 08.30, jas sudah dipakai, dasi diikat presisi. Ia lihat Aira yang berdiri dengan tumpukan map di pelukan. "Sudah siap?" "Siap, Pak. Semua materi sudah dicek ulang." Reyhan mengang

