Bab 11: Rahasia Kecil Reyhan

1081 Words

Selasa pagi, Aira datang ke kantor dengan perasaan campur aduk. Malam lembur kemarin—kantor gelap, hujan deras, kepalanya tak sengaja bersandar di bahu Reyhan—masih terngiang jelas. Ia sudah cuci jaket Reyhan lagi, lipat rapi di tas, siap dikembalikan. Tapi setiap ingat momen itu, wajahnya langsung panas sendiri. Ia sampai lebih pagi dari biasanya, pukul 06.40. Lantai 22 masih sepi. Ia letakkan jaket lipat di meja Reyhan dengan kartu kecil: “Terima kasih banyak atas pinjamannya, Pak. Sudah dicuci.” Lalu ia duduk di mejanya, nyalakan laptop, siapkan agenda hari ini. Pukul 07.15, Reyhan masuk. Ia pakai jas abu-abu gelap, kemeja putih, dasi biru tua—rapi seperti selalu. Ia lihat jaket di mejanya, baca kartu sekilas, lalu lipat lagi dan taruh di lemari ruangannya tanpa komentar. Ia keluar,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD