Bab 33: Simfoni Cahaya yang Kembali Pulang

769 Words

Jakarta sedang diguyur hujan gerimis yang lembut saat berita itu mulai menyebar melalui frekuensi udara dan jaringan serat optik ke seluruh penjuru negeri. Di Menara Lumière, lampu-lampu di lantai 22—yang biasanya terang benderang sebagai pusat komando etika—perlahan-lahan diredupkan menjadi warna kuning temaram yang syahdu. Aira, sang Ibu Etika, sang mantan asisten yang mengubah sejarah korporasi, telah mengembuskan napas terakhirnya di rumah desanya pada usia delapan puluh lima tahun. Ia pergi dengan tenang di kursi goyangnya, dengan buku catatan tua di pangkuannya dan senyum yang seolah sedang menyapa seseorang yang telah lama ia rindukan di kejauhan. Hari Berkabung Nasional bagi Nurani Tidak pernah ada pemakaman yang seperti ini di Jakarta. Jalanan dari pusat kota menuju desa kelahi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD