Bab 35: Cahaya di Dalam Diri

545 Words

Di sebuah dimensi yang tidak lagi mengenal detak jam atau laporan tahunan, Aira sedang duduk di sebuah beranda yang menghadap ke arah hamparan bintang yang tak berujung. Di pangkuannya, buku catatan tua yang dulu ia bawa sejak dari desa kini telah berubah menjadi cahaya murni. Ia tidak lagi menulis dengan tinta, melainkan dengan ingatan-ingatan tentang kebaikan yang terus bermekaran di bumi. Reyhan datang menghampirinya, membawakan dua cangkir kebahagiaan yang aromanya menyerupai kopi pagi mereka dulu di apartemen sempit Jakarta. "Lihat itu, Rey," bisik Aira sambil menunjuk ke arah sebuah titik kecil yang bersinar di kejauhan—planet bumi. "Ada seorang anak muda di sebuah kantor kecil, sedang dipaksa oleh atasannya untuk memalsukan data, tapi dia memilih untuk berhenti dan mengatakan 'tid

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD