Jakarta, tahun 2135. Menara Lumière kini bukan lagi gedung fisik yang paling menonjol. Di era ini, sebagian besar aktivitas bisnis dilakukan di ruang virtual, di mana identitas bisa disamarkan dan kebenaran bisa dimanipulasi oleh algoritma canggih dalam hitungan detik. Di sebuah ruangan arsip fisik yang sudah sangat jarang dikunjungi, seorang kurator muda bernama Lana sedang membersihkan debu dari sebuah kotak kaca. Di dalamnya terdapat sebuah benda yang sangat kontras dengan dunia sekitarnya: sebuah kunci logam berkarat dan sebuah sapu tangan sutra tua dengan inisial A.R. Lana adalah keturunan ke-sekian yang masih memiliki akses ke arsip pribadi keluarga Lumière. Namun, ia merasa putus asa. Dunia di luar sana sedang merayakan "Efisiensi Total", di mana keputusan tidak lagi diambil oleh

