Tahun 2150. Di sebuah universitas terkemuka yang kini berdiri di lokasi bekas apartemen lama Aira, seorang profesor sejarah etika sedang membedah sebuah temuan baru. Tim arkeologi digital baru saja memulihkan sebuah drive memori yang terkubur jauh di bawah fondasi Menara Lumière yang lama. Isinya bukan laporan keuangan, melainkan sebuah rekaman video pribadi milik Reyhan, yang dibuat hanya beberapa hari sebelum ia meninggal. Video ini tidak pernah dilihat oleh Aira, bahkan oleh Arka sekalipun. Dalam rekaman itu, Reyhan tampak duduk di kursi goyangnya, menatap ke arah kamera dengan mata yang penuh dengan refleksi. "Jika ada yang menemukan ini di masa depan," suara Reyhan terdengar berat namun jernih, "Kalian mungkin mengenal Aira sebagai pahlawan etika. Tapi aku ingin kalian tahu sisi la

