Di meja makan kecil di sudut dapur yang terang, dua piring sudah tersedia. Bukan makanan mewah. Hanya pasta aglio olio yang sederhana serta spaghetti dengan bawang putih, minyak zaitun, dan cabe rawit dengan taburan parsley segar dan parmesan. Di sampingnya, ada segelas besar air putih dan dua gelas anggur merah yang sudah dituang. "Itu ... kau yang masak?" tanya Edrea, terharu. "Tentu saja," kata Oz, menarik kursi untuknya. "Aku tahu kau akan pulang larut dan pasti lapar meskipun sudah makan malam di kantor. Ini pas. Cepat, sederhana, dan ... semoga saja enak." Edrea kemudian berjinjit dan mencium bibir Oz. “Kau sangaaaaat manis. Aku sangaaaat mencintaimu.” Oz tertawa pelan dan menyuruh Edrea duduk. Mereka pun duduk bersama. Edrea mengambil garpu, memutar pasta, dan mengambil suap

