Papan tulis kaca di ruang rapat lantai 42 itu dipenuhi tulisan-tulisan spidol warna-warni, diagram, daftar tugas, pusat proyek, dan tenggat waktu yang ditandai dengan stiker merah menyala. Di tengah hiruk-pikuk itu, tertulis judul besar: "PROYEK PELUNCURAN 'BREX' — TIM LOGISTIK." Edrea berdiri di depan papan itu. Dia tampak seperti sosok yang percaya diri. Tapi di balik penampilan itu, jantungnya berdegup kencang tak karuan. "Jadi, intinya," suara Ricardo, kepala departemen logistik senior, suasana tegang. "Kita punya delapan minggu untuk memastikan peluncuran produk baru 'BREX' di seluruh gerai premium di 15 kota besar. Distribusi, penyimpanan, pemasangan display, koordinasi dengan marketing dan event, semua harus sempurna. Satu kesalahan, dan kita bisa membuat perusahaan kehilangan ju

