Book 4 PART. 3 BAPAK GANTENG

937 Words

Zulfa kali ini membuatkan teh untuk Zul dengan campuran garam, bukan gula. Karena keinginannya yang sangat besar, bisa melihat dan mendengar Zul marah. Diketuknya pintu kamar Zul. "Pak, tehnya!" panggilnya dengan suara cemprengnya. Daun pintu terbuka, Zul muncul di ambang pintu, diambilnya cangkir berisi teh dari atas nampan ditangan Zulfa. "Terimakasih." "Ada yang bisa saya bantu lagi, Pak?" "Tidak, terimakasih." "Permisi, Pak." "Ya." Zulfa menyingkir dari depan pintu, Zul menutup pintu kamarnya. Zulfa menunggu reaksi Zul dengan duduk di ruang tengah. Tapi pintu kamar Zul tetap tertutup rapat, tidak ada terdengar suara apapun dari dalam kamar. Cukup lama Zulfa menunggu, tapi semua masih sama saja, ia masih setia menunggu, sampai akhirnya tertidur di sofa. Sedang Zul sendi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD