Zulfa menyetrika pakaian di kamar belakang, sedang Zul duduk di sofa di ruang tengah sambil menonton televisi. Ingatan akan ayahnya kembali mengganggu pikiran Zulfa. Ayahnya yang sudah meninggal sejak usianya empat belas tahun. Ibunya harus bekerja untuk menafkahi ia, dan adiknya. Akhirnya ia memilih untuk tidak melanjutkan sekolah ke SMA, dan memutuskan untuk membantu ibunya bekerja, demi sekolah adik-adiknya. Satu tahun ia menjadi ART salah satu orang kaya di kampungnya, sampai akhirnya, Mahran, yang merupakan adik almarhum ayahnya pulang, dan membawanya untuk bekerja di Jakarta. Zulfa terpaksa memalsukan usianya, dari enam belas tahun, menjadi delapan belas tahun, agar ia bisa diterima bekerja di kantor tempat pamannya menjadi security. Kantor di mana ia bekerja sampai saat ini. Jad

