Blurb :
Oh Se Joon adalah seorang idol K-Pop yang jiwanya tertukar dengan Vovo--anjing Bichon Frise yang menjadi hewan peliharaan kesayangannya hingga Se Joon menyekolahkannya di Pet Hight School. Setelah kejadian Vovo tiba-tiba muncul di acara pernikahan sang Kakak, Se Joon merasakan sesuatu terjadi pada tubuhnya hingga suatu pagi Se Joon mendapati jiwanya berada di tubuh sang anjing dan begitu pun sebaliknya.
Petualangan para anjing selebritis itu pun dimulai ketika para pengasuh yang merawat mereka ternyata adalah komplotan penculik hewan. Lari dari kejaran penculik di negara lain dan harus menemukan rumah sang penyihir guna menolong jiwa Se Joon dan Vovo kembali, mereka masih harus direpotkan dengan sekelompok Black Wolf yang mengincar nyawa mereka, dan kemunculan White Wolf aneh yang mengaku dari kerajaan Eriplanet yang diutus untuk melindungi Pangeran Aerokinesis dan membawanya kembali ke kerajaan.
Vovo yang berada ditubuh Se Joon sempat menghilang di keramaian, seseorang bernama Huang Tao Ran merubah wajahnya menjadi seperti Se Joon dan mengaku sebagai Se Joon.
Chapter 1
Lamborghini kuning itu berhenti disebuah gedung dengan kepala seekor anjing dan kucing yang menghiasi bagian depan gedung tersebut. Anjing putih berjenis Bichon Frise itu berdiri dengan bertumpu kedua kaki depannya, mencoba melihat keluar kaca, dijulurkannya lidah berwarna merah jambu itu, ekornya mengibas-gibas tidak sabar, matanya berbinar melihat sekitar.
"Guk. Guk. Guk!" Gonggongnya. Di tatapnya sang tuan dengan mata berbinar.
"Wow, anak Daddy sudah tidak sabar bertemu teman-teman rupanya." Pemuda berusia sekitar dua puluh enam tahun itu mengacak-acak tatanan rambut sang anjing. Anjing kecil itu memberengut, mencoba menyampaikan pada sang tuan lewat ekspresi wajahnya bahwa ia tidak suka diperlakukan seperti ini ketika ia sudah rapi, itu akan membuatnya yang sudah tampan jadi berantakan.
Seakan mengerti, pria yang mengadopsinya lima tahun silam dari toko hewan itu berkata, "Daddy, akan merapikannya untukmu," Anjing itu menatap tuannya menurut. Merasakan jari-jari besar itu merapikan bulu-bulunya yang tertutupi topi kecil berbahan wol, hari ini anjing Bichon Frise itu mengenakan sweater biru dengan sedikit motif bunga dandelion. "wah, anak Daddy sangat tampan."
"Guk. Guk," anjing putih itu menyahut dengan gonggongan, 'aku tahu', "guk. Guk. Guk. Guk. Guk." Ia kembali menggonggong sembari berputar-putar ditempat duduknya. 'kau juga tak kalah menawan'.
Sang tuan mengernyit heran, "Dad, tidak mengerti apa yang kamu katakan. Tapi, Dad, anggap itu sebuah pujian," si Bichon Frise mengangguk, "oh, jadi itu benar? Gomawoyo." Di peluknya sang anjing sayang lalu mencium pipi gembul anjing putih itu. (Makasih).
Mau bagaimana lagi, sang tuan tak akan mengerti bahasanya dan ia pun juga tak akan bisa bicara bahasa manusia, kabar baiknya ia mengerti setiap kata yang sang tuan ucapkan. Mungkin anjing kecil itu harus mulai berdoa pada Allah agar ia diberi kesempatan berbicara layaknya manusia atau para manusia-lah yang bisa bicara bahasa hewan, dan bukannya hanya berdoa agar Eomma Oh tidak lupa memberikannya cemilan sebelum tidur. Itu kekanakan, anjing putih itu mengingat-ingat bahwa sekarang ia sudah berusia enam tahun semenjak sang tuan mengadopsinya dari toko hewan, itu artinya ia sudah beranjak remaja sekarang.
Omong-omong, anjing kecil berbulu putih selembut kapas dengan pakaian bergaya itu bernama Oh Vovo. Anjing jantan berjenis Bichon Frise milik seorang idol tampan berbakat, anggota termuda boygrup ternama di Korea Selatan bernama M12, yang beranggotakan sembilan pria tampan dengan segudang talenta. Namanya adalah Oh Se Joon, idol tampan berbakat yang dijuluki blasteran Korea-Surga oleh fans saking rupawan wajahnya.
Se Joon memakaikan kacamata hitam pada Vovo, lalu memakai kacamata serupa pada dirinya sendiri, kini mereka berdua makin tampak mempesona. Se Joon membuka pintu mobilnya, "Kajja, kita temui teman-temanmu." Hari ini Willys hanya memakai kaos hitam polos yang dipadukan dengan jeans tanpa sentuhan make up pada wajah tampannya, sesederhana itu ketika ia tengah tak berada diatas panggung atau catwalk, namun aura bangsawan tetap mendominasi pria Oh tersebut. (Ayo).
"Guk. Guk. Guk." Vovo menggonggong digendongan Se Joon.
"Sudah tak sabar belajar, hah?" Se Joon memasuki gedung yang sejak empat tahun ini menjadi tempat belajar Vovo. Pet Hight School, di sini para hewan yang didominasi anjing dan kucing tersebut akan dilatih lebih disiplin, di sini pula mereka juga akan diajari menari, melukis, bernyanyi, akting, merancang busana, berjalan di atas catwalk, dan tentunya berpose di depan kamera. Beberapa teman Vovo bahkan sudah membintangi iklan, Veriety Show, menjadi model sampul majalah, dan bahkan bermain drama.
"Di sini, Vovo, memiliki banyak teman, 'kan," Se Joon mulai berbicara serius pada Vovo. Bichon Frise itu menatap sang tuan, "Guk. Guk. Guk!" Vovo sangat menyukai tempat ini karena ia jadi memiliki banyak teman. 'Yap, di sini banyak teman!'.
"Vovo senang?" Tanya Se Joon. Vovo menjulurkan lidahnya, telinganya naik, dan ekornya bergerak aktif, tanda bahwa anjing putih itu menyukai tempat ini.
"Kalau begitu, Vovo, tidak keberatan 'kan kalau tinggal di sini untuk sementara waktu?" Di Pet Hight School, para hewan yang menjadi murid boleh pulang ketika kelas selesai atau juga memilih tinggal di asrama, bagi yang tinggal di asrama mereka akan diurus pengasuh yang berkerja 24 jam untuk merawat para hewan. Vovo sendiri memilih pulang, dan hanya pergi sekolah tiga kali dalam sepekan. Anjing Bichon Frise itu hampir tak pernah berjauhan dengan sang tuan.
Netra Bichon Frise itu berkabut, ingin sekali ia menangis, tidak ada yang mengatakan tentang 'tinggal di asrama' ketika berangkat tadi. Berjauhan dengan Se Joon yang selalu merawatnya dengan tangannya sendiri tanpa bantuan baby sister adalah mimpi buruk--meski terkadang Eomma Oh, I/bu Se Joon, atau teman-teman Se Joon suka mengantikan Se Joon membandikannya. Tapi tetap saja, itu akan terasa aneh.
"Tidak apa-apa, ini hanya sebentar. Vovo, tahu 'kan, Daddy, harus berkerja agar bisa membelikan, Vovo, cemilan dan baju keluaran terbaru setiap hari." Sekadar informasi, Vovo tidak mau pakai baju yang sudah pernah dipakainya. Jadi, Se Joon harus sedia beberapa setel baju baru setiap harinya untuk anjing kesayangannya tersebut agar tetap hangat, meskipun anjing itu sendiri sudah memiliki bulu putih yang lebat, bahkan para fans menjuluki Vovo sebagai domba.
Se Joon melepas kacamatanya, "Vovo bisa melihat, Daddy, di televisi atau internet jika rindu." Itu bukan solusi terbaik untuk Vovo yang terbiasa ikut kemana pun Se Joon tour konser. Salahkan saja teman Se Joon, Park Chin Yeol. Yang menjadi temannya dalam sub-unit kedua M12 yang alergi bulu hewan, namun dengan keras kepalanya malah memelihara dua ekor anjing.
Tahun lalu ketika M12Young debut pun begitu, Vovo dititipkan pada keluarga Oh, keluarga Se Joon, karena Chin Yeol tidak akan tahan dekat-dekat dengan Se Joon yang terus menempel pada Vovo tanpa alerginya kumat, itu hanya akan mempengaruhi performa mereka yang hanya tampil berdua. Namun, tahun ini Kakak sepupu Se Joon yang juga anggota M12 akan menikah, semua orang sibuk mempersiapkan acara pernikahan. Tidak ada orang yang memiliki cukup waktu untuk memanjakan dan merawat si Bichon Frise, yang ada ia malah akan terlantar.
Vovo merenung, bagaimana ceritanya Se Joon bisa sampai satu kelompok dengan pria menyebalkan bertelinga lebar seperti Chin Yeol, "Annyeooooong." Vovo tersadar dari lamunan bodohnya, Se Joon menurunkan gendongannya. Vovo duduk disamping Se Joon yang tengah duduk bersila. (Halo).
"Annyeong, Se Joon-shii, annyeong, Vovo-ie." Sapa seorang wanita berponi, atau di sini para hewan biasa memanggil mereka--para pengasuh--dengan panggilan 'Seongsaengnim' yang memiliki arti 'guru', karena para pengasuh itu mengajarkan para hewan begitu banyak hal baru yang menarik.
"Annyeong." Se Joon menjawab sapaan itu sambil menggerakkan kaki kanan Vovo, seolah-olah Vovo lah yang melakukannya.
"Guk! Guk! Guk!" Seekor anjing hitam menggonggong pada Vovo dari kejauhan, seakan menyuruh anjing putih itu bergabung dalam kelompoknya. Vovo menjatuhkan kecamatanya, melepaskan diri dari kukungan Se Joon dan berlari semangat mendekati anjing hitam tersebut.
"Oh Vovo, kemarilah." Seru anjing itu. Namanya Doh Cimool, anjing betina berjenis Poodle milik Kyung Seo, yang Vovo ketahui sebagai Kakak Se Joon di M12 yang sekarang tengah menjalani wajib militernya. Sekadar informasi saja, semua laki-laki berkewarganegaraan Korea Selatan yang sudah memasuki usia tiga puluh menurut usia Korea dan sehat secara jasmani dan rohani, wajib melaksanakan militer selama satu tahun setengah. Meski begitu, Kyung Seo berangkat di usianya yang baru menginjak dua enam, Vovo tidak tahu bagaimana cara manusia berpikir dan bertindak, jadi anjing putih itu tak mau ambil pusing. Namun ia sangat suka ketika Kyung Seo memberinya kue.
Cimool memisahkan diri dari kelompoknya dan berlari mendekati si Bichon Frise, "Vovo, kamu pergi sekolah? Ini 'kan hari Rabu," tanya Cimool binggung. Sudah kuberi tahu 'kan kalau Vovo hanya sekolah tiga kali dalam sepekan. Yakni, Senin, Kamis, dan Jumat, "apa aku salah menghafal hari?" Tanya Cimool pada dirinya sendiri.
"Ini memang hari, Rabu. Tenang saja, Cimool, tetap menjadi yang terpintar." Vovo memuji. Vovo tidak sedang berdusta kok. Cimool memang sangatlah pintar dan selalu mendapatkan peringkat kedua, bahkan Cimool sudah menjadi model sampul majalah. "lalu kenapa kamu datang ke sekolah?"
"Hi, brother!" Teriak seekor anjing Poodle lain berwarna hitam, berlari serampangan menghampiri Vovo dan Cimool yang tengah mengobral. Tenang dia bukan kembaran Cimool, anjing itu musuh abadinya Cimool, dua anjing berjenis Poodle berwarna hitam tersebut memiliki karakter yang jauh berbeda.
"Astaga, Toven. Jangan seperti anjing gila begitu!" Hardik Cimool.
"Hehehe, aku terkejut melihat, Vovo, bersekolah dihari Rabu," jujur Toven, "apa, Vovo, akan tinggal di asrama?" Toven bertanya. Cimool beralih menatap si Bichon Frise.
Sebenarnya Vovo malas mengatakan ini, "Aku akan tinggal untuk sementara, sepertinya." Vovo sendiri tidak yakin dengan kata 'sementara' yang Se Joon katakan. Membenarkan tebakan Toven, anjing jantan berjenis Poodle milik Chin Yeol. Orang yang Vovo limpahkan semua kesalahannya karena gara-gara Chin Yeol lagi-lagi Vovo harus berjauhan dengan Se Joon.
"Daebak!" Pekik Toven. (Hebat!)
"Itu bagus." Respon Cimool.
Se Joon menghampiri Vovo yang tengah mengobrol bersama anjing lain, entah apa yang mereka bicarakan tapi Se Joon cukup penasaran. Bertanya pun juga percuma, "Boleh aku bergabung?" Tanpa persetujuan, Se Joon langsung duduk bersila disamping ketiga anjing itu, "sepertinya obrolan kalian sangat seru." kadang Se Joon dipandang aneh karena suka berbicara sendiri pada hewan, padahal nyatanya ia tak mengerti apa yang hewan-hewan itu katakan. Se Joon hanya mencoba memahami dan mengakrabkan diri pada makhluk mengemaskan itu.
"Guk. Guk. Guk!" ---Gonggong Vovo menyambut kedatangan Se Joon.
Sedangkan dua Poodle itu malah hanya memandangi wajah Se Joon dengan tatapan memuja, sebenarnya tuan mereka pun tak kalah tampan, tapi yang dihadapan mereka ini sangatlah rupawan layaknya jelmaan dewa Yunani, "Karena kalian sudah lama saling mengenal, bagaimana kalau aku menyuruh pengasuh menempatkan kalian di kamar yang sama." Se Joon berujar pada dirinya sendiri, jari-jari lentik pemuda Seoul itu mengetuk-ngetuk dagu lancipnya. Vovo sendiri tidak masalah mau ditempatkan di kamar mana pun, asal fasilitas kamar tersebut lengkap dan ini benar-benar hanya untuk sementara waktu, Vovo tidak terlalu mempermasalahkannya.
"Apa, Vovo, senang dengan usulan, Daddy?" Sang tuan bertanya pada anjingnya, Bichon Frise itu menatap wajah Se Joon hampir tak berkedip, "Daddy, anggap, Vovo, menyetujuinya. Bagus, sekarang ayo kita, tos." Se Joon mengangkat tangan kanannya pada Vovo, dengan pintar anjing Bichon Frise itu mengangkat kaki depannya, dan melakukan tos. Se Joon juga melakukan tos pada Cimool dan Toven, mereka benar-benar anjing yang sangat pintar.
***
Halo guys ini cerita temnku. Gimana? Kerena nggak? Pastinya dong! Penasaran sama kelanjutannya? Silahkan cari akun Komodo Cupu dan buka ceritanya, judulnya Exchange Soul's. Jangan lupa tulis pendapat kalian di kolom komentar dan tap lovenya teman-teman.
Terima kasihh!
Luv, zypherdust<3