8. White Shadow

1165 Words
Wajah Archanne kembali pucat, mendengar suara gemetar Davina ketika menatap sebelah kiri posisi Archanne duduk sekarang. "Ba.. Bayangan putih.." Davina bergumam. "Apa yang kau gumamkan? Bayangan putih apa?" Archanne melihat kiri dan kanannya, ia tak melihat apapun yang menurutnya berbeda, hanya air dari es yang tadi mencair. "Archanne? Apa kamu punya 'Pelindung'?" Davina mencoba memastikan. "Pelindung? Aku bisa melindungi diriku sendiri." Archanne makin acuh tak acuh. "Oke, baiklah, lupakan apa yang kukatakan tadi. Mungkin aku hanya berkhayal." Archanne mengangguk. Hening sesaat. "Ngomong-ngomong kau tidak punya tugas, Archanne?" "Oh ya, aku punya. Well, sampai jumpa lagi Davina." Davina mengangguk dan melambaikan tangannya. Lalu Archanne bergerak ke pintu keluar. Masih ada rasa penasaran tentang 'bayangan putih' yang digumamkan Davina. Ia memutuskan untuk pergi ke perpustakaan, mencari informasi tentang 'bayangan putih' itu. "Jika saja ia punya pelindung, apakah aku harus mencemaskannya?" Davina menghela nafas dan memejamkan matanya. *** Perpustakaan istana adalah perpustakaan terlengkap yang dimiliki kerajaan berelemen es ini. Archanne mencari-cari buku mengenai legenda dan tragedi di Elliens. "Nona Archanne, senang bertemu denganmu lagi!" Seorang wanita paruh baya merentangkan tangannya dan menyambut Archanne dengan senyumannya yang lembut. "Aria! Senang bertemu denganmu." Archanne memeluk wanita yang bernama Aria itu. "Apa yang kau cari hari ini, tuan putri?" Aria menempatkan buku-buku ke rak dengan tenaga anginnya. "Legenda dan Tragedi Elliens, kau tahu sesuatu mengenai bayangan putih?" Archanne masih mencari-cari buku itu, sedangkan Aria menaikkan alisnya. "Bayangan putih, huh? Sesuatu mengenai 'pelindung' mungkin?" Archanne menghentikan segala sesuatu yang dilakukannya dan menatap Aria. Aria menyadari itu dan melanjutkan perkataannya. "Well, pelindung atau bayangan putih yang kau maksud adalah seseorang yang telah meninggal dan aku pastikan pernah dekat denganmu. Dia semacam.. Melindungimu." Archanne nampak berpikir. "Mungkin kau punya sanak saudara yang telah mati, baru-baru ini?" Aria mendekatkan kepalanya kearah Archanne. Archanne kembali berpikir, "Jeff.." Gumamnya. Aria lalu mengambil sebuah buku dari rak paling atas dengan bantuan tangga. Buku itu bersampul biru tua dan tak memiliki judul. Ia letakkan di hadapan Archanne, dan duduk di seberangnya. "Apa ini?" Archanne menyentuh buku itu. Cahaya biru keluar dari tempat dimana jarinya meyentuh tadi. Ia kaget. "Tenang saja. Buku ini memiliki mantra pelindung. Jika aku yang menyentuh," Aria menyentuh sampul buku itu. "Sampulnya akan berwarna merah." Benar saja, sampulnya berubah warna menjadi merah. "A.. Ada apa? Kenapa bisa seperti ini?" Archanne kaget sekaligus kagum. Aria tertawa kecil lalu menjelaskan, "Buku ini adalah buku yang paling dilindungi dari kerajaan Deneveria. Kamu tahu tentang legenda Zeralda?" Archanne mengangguk, "Ini adalah buku yang dibuatnya agar suatu hari seperti sekarang ini akan ada seseorang yang tahu tentang semuanya, nona." Archanne sama sekali tak kaget dengan ungkapan Aria itu, pasti ia akan melakukan itu, untuk apa ia menciptakan negeri sebegni besar dan memendam semua rahasianya. "Hubungannya dengan sampul berubah warna?" Archane terus menyentuh sampul itu, dan terus pula sampul itu bercahaya biru. "Well, warna melambangkan banyak hal disini. Kalau merah," ia menyentuh sampul, "Artinya, aku tak bisa membuka buku ini, semacam pengingat." Ia mencoba membuka buku, dan memang benar buku tak bisa dibuka. "Kalau kau yang mencoba," Aria menggeser buku ke hadapan Archanne, "mungkin akan terbuka." Aria tersenyum. Dengan ragu-ragu Archanne membuka buku yang bahkan tak memiliki judul itu. Ketika buku terbuka, bagaikan sudah diatur, benda itu membuka halaman mengenai bayangan putih yang diinginkan Archanne. "Maaf, yang mulia. Aku harus pergi." Aria membungkuk lalu berbalik meninggalkan Archanne yang tengah terpaku dengan judul besar halaman itu. Ia gugup antara ingin membaca penjelasan atau langsung menutup dan pergi. "Kau mendapatkan sesuatu tentang bayangan putih, Archanne?" Davina masuk dengan caranya yang biasa, tanpa ada tanda-tanda. Archanne menggeleng. "Kau sudah membaca judul besar berkali-kali. Tidak punya pemikiran untuk lanjut baca?" Davina punya kemampuan untuk membaca pikiran orang dari jarak sejauh apapun, ia hanya perlu berkonsentrasi. "Oke. Ini dia.." Archanne mulai membaca. 'Bayangan Putih. Kaum kami (penyihir) sering menyebutnya The Ulf Agosa. Ulf Agosa adalah makhluk yang terbang tanpa memiliki tujuan yang berasal dari Agosa Mountain, tempat tinggal para penyihir. Ulf Agosa biasanya bukan mahluk yang bersahabat bagi yang masih hidup. Tapi semenjak Elliens dan Vierith ditemukan, Ulf Agosa mampu berbaur dan menjadi sesuatu di dalam diri salah seorang penduduk ataupun keluarga kerajaan. Menjadi sebuah pelindung atau tameng yang sangat kuat dan tidak bisa lepas dari pemiliknya. Mampu menyerap jiwa seseorang yang telah mati dan dekat dengan sang pemilik, demi penambahan level keamanan. Setelah melihat situasi berbahaya bagi sang pemilik, ia akan muncul dan terus berada di samping pemilik. Walau para pemilik tidak dapat melihat, tapi ada sesuatu atau seseorang yang dapat melihatnya. Ulf Agosa yang menyerap jiwa seseorang yang dekat dengan sang pemilik dan itu adalah seorang pria, bercahaya dengan warna kuning keemasan, sedangkan yang menyerap jiwa seorang wanita bercahaya dengan warna putih. Catatan Tambahan : Ulf Agosa memiliki kekuatan yang mematikan, walau begitu, ia tidak dapat menggunakannya selama para pemilik dalam keadaan terguncang, panik, atau takut. Sangat berbahaya bagi pemilik apabila mencoba untuk mengusirnya.' "Ba.. Bagaimana Zeralda yang bahkan belum pernah memiliki Ulf Agosa yang ia katakan, tahu segala hal?" Mata Archanne berkedip tak karuan tanda bahwa ia gugup dan ketakutan. "Karena dialah yang menciptakan Ulf Agosa." suara berat terdengar dari pintu masuk, sang raja! "Ayah tahu dari mana?" Archanne masik gugup dengan catatan tambahan yang dibuat Zeralda, si penyihir yang menciptakan Elliens. "Itu sangat mudah ditebak, Archanne. Jika saja ia diasingkan setelah menulis catatan ini, itu berarti ia diasingkan karena telah menciptakan hal yang susah untuk dipahami oleh para penyihir, dan jelasnya itu adalah Ulf Agosa." Dan memang benar. Zeralda diasingkan setelah ia menciptakan suatu makhluk yang seharusnya tidak boleh ada dan itu adalah Ulf Agosa. Sang raja meraih buku itu dan membalikkan beberapa halaman dan menyodorkannya kembali ke hadapan putri tunggalnya itu. "Ini adalah Zeralda, Archanne." Ia menunjuk sebuah foto di halaman pertengahan. "Digambar oleh sang pangeran, Ulf." Archanne menatap ayahnya lalu kembali ke gambaran yang nampaknya dibuat dari arang berwarna yang tumbuh di tanah Vierith. "Zeralda belum menamai makhluk itu pertamanya. Tapi sebenarnya ketika ia masih berada di rumahnya, ia sudah tahu dan memiliki perasaan pada pangeran Ulf dari Vierith Lama. Ia menamainya Ulf Agosa karena ia tahu bagaimana masa depannya apabila ia membuat mahluk ini. Diasingkan dari Agosa, dan pergi menemui Ulf. Sangat mudah." sang raja menyerahkan sebuah selendang berwarna biru tua dengan motif seperti motif mantra dari es. "Ini adalah milik Zeralda. Dibekukan dalam mantra khusus. Setelah seribu tahun benda ini tertidur, ia dibangunkan oleh Ulf Agosa milikmu, Archanne." Archanne menerimanya masih belum paham. Ketika mencapai tangan Archanne, selendang itu bersnar terang, menyilaukan mata Archanne. Walau begitu, ia tidak menutup matanya, hanya berganti warna menjadi putih. Bayangan putih yang berada disampingnya meraih selendang itu. Wujud aslinya muncul, sebuah badan seorang wanita. Semua orang yang berada di ruangan kaget dengan wujud yang masih belum tampak wajahnya itu. Hanya sebuah tubuh wanita bercahaya putih. Selagi wanita itu sibuk dengan selendang yang ia pegang, Archannne masih terpaku dengan 'pelindung'nya itu. Beberapa saat ditunggu, wajah wanita itu mulai tampak. Archanne kaget melihat wajah itu. Wajah yang sama yang ia lihat di pigura biru hadiah untuknya. Wajah yang sangat ia dambakan untjk dilihat. "I.. Ibu?"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD