"Papa punya firasat yang tidak baik akhir-akhir ini. Karena kamu akan menikahi putriku, kamu yang melamarnya di hadapanku, aku mau kamu berjanji Barra. Jaga Cherry untukku. Jangan biarkan dia terluka. Jangan biarkan dia sendirian, usaplah airmatanya jika dia menangis, dan temani dia untuk seumur hidupnya. Kamu hanya boleh meninggalkannya jika putriku yang melakukan kesalahan." Hendra menatap pria yang tengah memakai tuxedo itu dengan tajam. Barra tiba-tiba meneteskan airmata. Entah kenapa tubuhnya spontan bergetar saat ayah mertuanya mengatakan hal itu. Tapi jika dirinya dan Cherry sudah membuat perjanjian lain sebelumnya, Barra tidak perlu menepati apa yang Hendra katakan bukan? "Saya janji." Ujar Barra singkat. "Jika kamu tidak sanggup batalkan pernikahan kalian detik ini juga. Tapi j

