"sialan!! Bryan benar-benar sialan! Dia menghinaku sedemikian rupa hanya karena dia masih mengingat Clara." Alena menghempas tubuhnya di sofa, Tamara datang tergesa-gesa menghampirinya. "Bagaimana? Apa kamu berhasil meyakinkan dia untuk menikahimu?." Tamara segera bertanya dengan nada penasaran. "Tidak!! Aku hampir saja memiliki dia sepenuhnya. Tapi ternyata dia masih mengingat wanita itu." Alena mengepalkan tangannya karena ternyata Bryan tak mampu melupakan Clara. "Pokoknya kamu tidak boleh berputus asa untuk memiliki dia. Bryan tidak boleh lagi lepas darimu. Kamu harus memilikinya sesegera mungkin. Jangan sampai Clara kembali pada kehidupan kalian." Tamara ikut geram, Padahal mereka sudah berusaha sebaik mungkin untuk membuat Bryan menikahi Alena. Tapi sampai saat ini belum ada

