Buukkk!! Bryan menatap pecahan kaca dihadapannya. Namun dia tak bermaksud untuk menyingkirkannya. Dia bahkan berjalan diatasnya, untunglah dia memakai alas kaki. "Bryan! Apa yang kau lakukan? Kau bisa terluka karena beling ini!." Terdengar suara wanita yang panik saat melihatnya. Alena datang bersama dengan Tamara. "Kenapa kalian datang kemari?." Bryan segera bertanya dengan nada ketus. "Beberapa hari ini kau tidak datang! Obatku sudah habis, kamu juga tidak mentransfer sejumlah uang. Makanya aku datang kemari untuk melihatmu." Jawab Alena terbata, Bryan pun mengalihkan tatapan dengan begitu menusuk padanya. "Selama ini kamu selalu menggerogoti hidupku! Meminta uang secara terus-menerus! Padahal kau tahu aku sudah memiliki istri, bahkan hidupmu harus jadi prioritas. Sehingga aku

