Ardaffin kembali bingung karena Demira yang tiba-tiba menanyakan tanggal hari ini. "Tanggal 22 november." Demira terduduk lemas di kursi di samping brankar Dhemayra. Demira memegangi kepalanya, dia sampai melupakannya. "Orang itu…." Suara pintu terbuka mengalihkan perhatian Ardaffin serta Demira. "Ardisa?" Demira menatap Ardaffin, seolah bertanya kenapa wanita yang berstatus sebagai ibu Ardaffin itu mengetahui Dhemayra yang ada di rumah sakit. "Ardaf yang nelpon Mama." ucap Ardaffin. "Dhe gimana keadaannya?" tanya Ardisa. "Masih belum sadar," Demira mengelus pucuk kepala sang putri. Ardisa mendekati Demira yang kini duduk di samping brankar Dhemayra. Ardisa mengusap pundak sang sahabat. Demira mengangkat wajahnya menatap Ardisa, "Dhe ketemu orang itu." Ardisa terkejut. Beberapa s

