Ardaffin duduk di lantai dengan kedua tangan yang menelungkup di atas kasur, memperhatikan Dhemayra yang tertidur lelap. Dia masih berada di rumah Dhemayra walau jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Ardaffin masih mengenakan celana sekolah berwarna abu-abu, seragam putih miliknya sudah berganti dengan kaos hitam. Setelah menghabiskan makanannya dan meminum vitamin, Dhemayra mengantuk lalu tertidur pulas seperti ini. Ardaffin mengelus puncak kepala kekasihnya dengan senyuman lebar. Ardaffin senang bisa menyaksikan Dhemayra yang sedang tidur. Wajah yang selalu menampilkan ekspresi datar itu berubah menjadi wajah bayi yang menggemaskan. Kekasihnya sangat imut. Ardaffin tidak tahan, rasanya dia ingin menikahi Dhemayra sekarang juga. Ardaffin tidak rela jika laki-laki lain menyaksikan waj

