Bu Natya memutuskan untuk pergi ke kediaman putra sulungnya dengan sang suami. Mengetahui ada hal tak beres antara Areksa dan pembantunya, membuat Bu Natya murka, sementara Pak Ardika hanya bisa menenangkan amarah istrinya. Di belakang mobil Bu Natya, Gistara tersenyum smirk lantaran rencana ia memanasi Bu Natya berhasil. Wanita paruh baya itu jika marah memang sulit untuk dicegah. “Vielga, Vielga, kamu pikir semudah itu mendapatkan Areksa? Hanya aku wanita yang pantas bersanding dengannya,” gumam Gistara percaya diri jika wanita yang seperti Gistaralah yang bakalan diterima oleh Bu Natya, bukan seperti Vielga yang hanya seorang pelayan. “Cari obat penggugur kandungan, saya ingin obat itu sekarang!” perintah Bu Natya pada anak buahnya dengan membentak, darahnya mendidih mengetahui jika

