Sampai di kediaman Areksa, Vielga tetap menjalankan tugasnya meksipun masih pusing dan rasa mual selalu datang. Ia bolak-balik ke kamar mandi hanya untuk memuntahkan isi perutnya. Tubuhnya jadi lemas, ditambah harus mengurus Mattheo dan Zanetta. “Mbak, Mbak kenapa sih muntah mulu?” tanya Zanetta menangkap keanehan pada pengasuhnya. “Nggak papa, Non, Mbak lagi masuk angin aja,” jawabnya asal. Masa iya ia harus katakan jika dirinya sedang hamil pada semua orang, ia harus menanggung malu. Bahkan bertambah malu. “Oh, ya udah. Mbak diam aja, lagian kita juga cuma mau baca dongeng doang,” kata Mattheo. Vielga senang jika keduanya mengerti, Vielga bersandar di ranjang. Rasa kantuk mulai menyerang, matanya terpejam dan ia pun langsung tertidur saking lemasnya. Tepat saat Vielga bangun, Areksa

