Chapter 21 : Persetujuan

1231 Words

Elysa menatap Adrian dengan kedua bola matanya yang jernih. Kemudian wanita itu mengulurkan tangannya untuk menyentuh pipi pria itu dengan lembut, merasakan bulu-bulu halus yang tumbuh di wajah pria itu. Dia hanya diam dengan mata menatap lurus ke dalam bola mata sang musuh. Wanita itu tidak tau jika sentuhan ringannya tersebut membuat Adrian merinding. Dadanya bergetar dan jantungnya memompa lebih kuat. “Apa elo yakin sama ucapan elo barusan?” tanyanya dengan suara lirih. “Hm?” Adrian hanya berdehem karena tidak fokus. Kali ini matanya telah turun, ke bibir Elysa yang berwarna merah. Itu seperti buah delima yang manis dan segar. Dan bayangan tersebut membuat Adrian tidak tahan untuk menyentuhnya. “Kalau gue mau, apa gue bisa tinggal disini selaama apapun, sesuai keinginan gue?” kata

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD