Suara mesin kopi di kafe kecil dekat Shibuya masih berdengung halus. Dari jendela kaca besar, lampu-lampu kota Tokyo terlihat berkilau. Ayunda dan Shafira duduk di pojok ruangan, masing-masing memegang cangkir matcha latte yang masih mengepul. “Enak banget ya, matcha di sini,” kata Shafira sambil menyeruput pelan. “Rasanya beda banget sama yang di Indo.” Ayunda mengangguk sambil senyum. “Iya, lebih creamy ya. Aku jadi pengen belajar bikin begini di rumah.” “Wah, nanti aku ajarin deh. Aku udah sempet kursus barista Jepang waktu liburan semester kemarin,” jawab Shafira bangga. “Serius? Pantes aja gaya kamu kalau bikin minuman tuh kayak profesional,” balas Ayunda, ngakak kecil. Obrolan mereka ngalir ke mana-mana — dari fashion Jepang yang unik sampai cerita lucu tentang kehidupan kamp

