Serangan Leonardo

1809 Words

Pagi itu kamar Ayunda terang lembut, tirai setengah kebuka, angin AC pelan banget. Kenan baru selesai nyuapin Ayunda sarapan bubur ayam hangat. Ayunda duduk bersandar, wajahnya lebih fresh dari kemarin. Kenan sendiri udah rapi dengan setelan kerjanya—kemeja putih, jas gelap, rambut klimis tapi tetap keliatan santai. Wajahnya cerah… banget. Efek semalam jelas terpampang dari cara dia senyum ke istrinya. “Akuu ikut ya, Mas,” ucap Ayunda tiba-tiba sambil megang tangan Kenan. Kenan langsung geleng pelan sambil nyengir kecil. “Nggak boleh. Kamu masih pemulihan. Di rumah aja, istirahat.” “Aku bosen, Mas… sumpah,” Ayunda manyun maksimal. Belum sempat Kenan jawab, pintu diketuk. Rendy masuk bareng istrinya, Shafira. Rendy nyapa sopan, “Pagi, Pak. Bu.” Shafira langsung lari kecil ke arah Ayun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD