ALIYAH HAMIL

1702 Words

“Ibu, ini tasnya,” ucapnya sambil tersenyum. Wanita itu tampak terkejut, wajahnya pucat karena shock. Ia menerima tas itu sambil mengusap d**a. “Ya Allah… terima kasih banyak, Nak. Kalau bukan karena kamu, entah apa jadinya Ibu.” Aliyah menunduk sopan. “Alhamdulillah, Bu. Yang penting Ibu selamat.” Wanita itu memandangi Aliyah beberapa detik. Ada sesuatu dalam sorot mata gadis muda itu — teduh, lembut, tapi kuat. “Namamu siapa, Nak?” tanya sang ibu. “Aliyah, Bu. Saya tinggal di gang sebelah pasar, jualan nasi kuning.” Wanita itu tersenyum hangat. “Baik sekali kamu, Aliyah. Saya Annaya.” Aliyah membalas senyuman itu tanpa tahu bahwa wanita yang baru saja ia tolong… adalah ibu dari suaminya sendiri — Bu Annaya Ardana. Siang itu, setelah kejadian di pasar, Bu Annaya tidak henti-hentin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD